Hingga saat ini, sebanyak 101 atlet Indonesia dari 12 cabang olahraga (cabor) telah memastikan diri tampil di Asian Para Games 2026. Sejumlah cabor juga berhasil mencatat prestasi positif dalam berbagai kejuaraan internasional sebagai modal menghadapi persaingan di Nagoya.
Targetkan 9 Emas
Wakil Sekretaris Jenderal NPC Indonesia, Rima Ferdianto, mengatakan hasil try out menjadi salah satu modal penting bagi kontingen Indonesia untuk mengejar target 10 besar klasemen medali Asian Para Games 2026. Meski target perolehan emas masih berada di kisaran delapan hingga sembilan medali, NPC Indonesia menilai peluang Indonesia untuk masuk 10 besar tetap terbuka."Saat ini target medali memang baru delapan sampai sembilan emas, tetapi untuk peringkat, kami targetkan 10 besar masih bisa tercapai," kata Rima.
Target tersebut menjadi tantangan tersendiri karena Indonesia tidak akan diperkuat cabang olahraga para catur yang sebelumnya menjadi salah satu penyumbang emas terbesar.
Andalkan Sumber Medali Baru
Absennya para catur menjadi kehilangan besar bagi Indonesia. Pada Asian Para Games sebelumnya di China, cabor tersebut menyumbangkan 10 dari total 29 medali emas yang diraih Indonesia.Karena itu, Indonesia kini berharap muncul sumber medali baru dari sejumlah cabang olahraga yang menunjukkan perkembangan signifikan selama masa persiapan. Beberapa cabor yang diharapkan menjadi tumpuan antara lain boccia, para panahan, dan para atletik.
"Kita berharap ada kejutan dari cabor yang prestasinya terus meningkat selama masa try out, seperti boccia dan para panahan. Para atletik juga menunjukkan performa signifikan. Semoga cabor-cabor ini bisa memberikan kompensasi atas hilangnya cabor para catur," jelas Rima.
Boccia menjadi salah satu cabang olahraga yang diharapkan mampu menyumbangkan medali untuk Indonesia di Asian Para Games 2026. Lima atlet Indonesia akan tampil di Nagoya dengan membawa modal prestasi yang cukup kuat.
Sepanjang tahun ini, tim boccia Indonesia berhasil menjadi juara umum dalam tiga kejuaraan dunia yang diikuti, termasuk World Boccia Championship 2026. Prestasi tersebut meningkatkan kepercayaan diri tim sekaligus membuka peluang Indonesia untuk bersaing dalam perebutan medali di Asian Para Games 2026.
Modal positif juga datang dari tim para balap sepeda Indonesia. Dalam Malaysia Para Road Race 2026, Muhammad Fadli Imammuddin dan rekan-rekannya berhasil mengoleksi tiga medali emas, empat perak, dan tiga perunggu. Hasil tersebut menjadi indikator positif perkembangan performa para atlet balap sepeda Indonesia menjelang Asian Para Games 2026. Tim para bulu tangkis Indonesia juga menunjukkan performa menjanjikan dalam sejumlah turnamen internasional. Pada China Para Badminton International 2026, Indonesia berhasil meraih empat medali emas, satu perak, dan dua perunggu.
Hasil positif kembali diraih pada Japan Para Badminton International 2026. Tim Indonesia mengoleksi empat medali emas dan satu perunggu dalam ajang tersebut. Konsistensi tersebut menjadi modal penting bagi para pebulu tangkis Indonesia sebelum menghadapi persaingan di Nagoya.
Cabor lain yang menunjukkan perkembangan adalah para panahan. Kholidin dan rekan-rekannya berhasil meraih dua medali perak dan dua perunggu pada Hyundai World Archery Para Series 2026 di India. Bagi Kholidin, pengalaman bertanding di India memberikan pelajaran berharga untuk menghadapi Asian Para Games 2026.
"Pengalaman di India kemarin sangat luar biasa, karena kejuaraannya didesain seperti Paralimpiade. Lawan-lawannya sangat luar biasa. Saya sampai tiga kali sama terus nilainya. Alhamdulillah saya bisa dapat perak individu dan perunggu mixed team," kata Kholidin.
Ambisi Kholidin Raih Emas di Asian Para Games 2026
Pengalaman di India kini menjadi bahan evaluasi bagi Kholidin untuk meningkatkan performanya sebelum berlaga di Jepang. Atlet para panahan Indonesia tersebut mengungkapkan bahwa persiapannya saat ini telah mencapai sekitar 90 persen. Sisa waktu yang ada akan dimanfaatkan untuk mematangkan teknik dan persiapan sebelum pertandingan."Pengalaman itu menjadi modal buat saya untuk event selanjutnya di Jepang. Semoga saya bisa mendapatkan yang lebih baik, Insya Allah bisa mendapatkan medali emas," ujarnya.
Kholidin juga memastikan persiapan tim berjalan sesuai rencana. "Alhamdulillah kesiapan kami sudah 90 persen. Tinggal 10 persen sisanya kami persiapan lagi agar lebih matang," tegasnya.
Kontingen Indonesia Masuki Fase Maintenance
NPC Indonesia masih akan melakukan perhitungan kekuatan kontingen setelah seluruh cabor menyelesaikan rangkaian try out. Setelah itu, para atlet dijadwalkan memasuki fase maintenance pada akhir September 2026 sebelum bertolak ke Nagoya pada pertengahan Oktober."Dari hasil kualifikasi ada sekitar 100 atau 105 atlet yang sudah lolos. Kita tinggal menunggu dua sampai tiga cabor untuk pengumumannya. Insya Allah pertengahan bulan ini sudah jelas siapa yang akan berangkat ke Nagoya," ungkap Rima.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan dan performa sejumlah cabor yang meningkat, Indonesia berharap dapat mencapai target delapan hingga sembilan medali emas sekaligus menembus 10 besar klasemen medali Asian Para Games 2026.
Boccia, para panahan, para atletik, para bulu tangkis, dan para balap sepeda menjadi beberapa cabang olahraga yang diharapkan mampu menjadi sumber medali Indonesia di Nagoya.