Ilustrasi: Foto Istimewa
Ilustrasi: Foto Istimewa

KOI dan LADI Serius Kebut Selesaikan Sanksi WADA

Olahraga LADI WADA
Antara • 27 Oktober 2021 00:04
Jakarta: Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) terus mengebut proses penyelesaian sanksi yang dijatuhkan Badan Anti-Doping Dunia (WADA).
 
Ketua Umum KOI, sekaligus Ketua Tim Percepatan Pelepasan Sanksi WADA, Raja Sapta Oktohari, mengatakan pihaknya tidak dapat memberikan jawaban pasti terkait waktu yang dibutuhkan dalam penyelesaian masalah tersebut. Namun timnya bertekad untuk bekerja maksimal guna mempercepat penangguhan sanksi.
 
"Saya sudah bilang kepada seluruh stakeholder bahwa kami tidak punya waktu banyak apalagi satu tahun, kalau bisa satu bulan juga jangan," kata Oktohari dalam konferensi pers daring yang diikuti di Jakarta, Selasa 25 Oktober.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dan ini sudah dibuktikan oleh LADI yang telah menyelesaikan 24 pending matters (permasalahan yang tertunda) dalam waktu kurang dari 48 jam," kata Okto, sapaan akrab Raja Sapta.
 
Okto juga mengatakan, dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Presiden WADA Witold Banka di General Assembly Asosiasi Komite Olimpiade Nasional (ANOC) di Crete, Yunani.
 
Ia menuturkan bahwa WADA membuka diri untuk membantu LADI dalam menyelesaikan masalahnya hingga bisa mendapatkan status compliance (kepatuhan).
 
"Alhamdulillah dapat respons langsung dari WADA. Mereka bahkan membuka diri kalau seandainya ada kendala bisa hubungi langsung mereka," tutur Okto.
 
"Janji mereka (WADA) kalau semua sudah compliance mereka akan melakukan rapat dan mengambil tindakan yang tepat untuk Indonesia," tambah dia.
 
Sementara itu, Wakil Ketua LADI Rheza Maulana mengklaim bahwa pihaknya telah menuntaskan 24 pending matters sebagai syarat pembebasan sanksi WADA.
 
Meski demikian, mereka masih harus melengkapi persyaratan lainnya, antara lain melakukan perjanjian kerja sama dengan induk organisasi olahraga dan tes doping.
 
Terkait tunggakan LADI kepada laboratorium anti-doping di Qatar, kata Rheza, sudah dilunasi pemerintah. LADI hanya perlu menunggu pengawasan dari Lembaga Anti-Doping Jepang (JADA) sebagai lembaga anti-doping yang sudah terakreditasi dan terstandardisasi internasional.
 
Video: Emosional, Perpisahan Valentino Rossi di Misano Sebelum Pensiun

 
(RIZ)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif