Aparat penegak hukum dari Departemen Kepolisian Los Angeles atau Los Angeles Police Department (LAPD) mengonfirmasi bahwa jasad Clarke ditemukan pada Senin, 11 Mei 2026 sore waktu setempat. Meskipun demikian, pengumuman resmi mengenai kematian sang pemain baru dirilis oleh pihak terkait pada Selasa, 12 Mei 2026 pagi.
Berdasarkan laporan dari NBC News, sumber kepolisian menyatakan bahwa Clarke diduga kuat meninggal dunia akibat overdosis narkotika. Tim penyidik menemukan sejumlah zat terlarang beserta alat kelengkapannya di tempat kejadian perkara.
“Barang-barang terkait narkoba ditemukan di rumah tersebut, dan insiden ini sedang diselidiki sebagai kemungkinan overdosis. Otopsi akan dilakukan untuk menentukan penyebab serta cara kematian Clarke,” tulis NBC News.
Sebelum peristiwa tragis ini terjadi, Clarke dilaporkan sempat berurusan dengan hukum di wilayah Arkansas. Ia ditangkap oleh otoritas setempat atas dakwaan pelanggaran batas kecepatan berkendara serta kepemilikan zat psikotropika ilegal.
Kabar duka ini memicu simpati mendalam dari pihak klub. Manajemen Memphis Grizzlies merilis pernyataan resmi yang menyatakan rasa kehilangan yang luar biasa atas kepergian sang pemain.
“Kami sangat berduka atas kehilangan tragis Brandon Clarke. Brandon adalah rekan satu tim yang luar biasa dan pribadi yang lebih baik lagi, yang pengaruhnya terhadap organisasi dan komunitas Memphis yang lebih luas tidak akan terlupakan,” tulis pernyataan resmi klub.
Clarke memulai perjalanannya di NBA setelah dipilih oleh Grizzlies pada putaran pertama sistem perekrutan pemain baru atau National Basketball Association (NBA) Draft edisi 2019.
Sejak saat itu, ia mendedikasikan seluruh karier profesionalnya untuk tim yang berbasis di Memphis tersebut. Rekam jejak terakhirnya mencatat, pasca-menjalani operasi pemulihan cedera lutut tahun lalu, Clarke tercatat hanya mampu tampil dalam dua pertandingan sepanjang kompetisi musim 2025-2026.
(Muhammad Zaidan Rizky)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News