Dengan hadiah total US$600,000, Indonesia Women’s Open presented by BTN akan menyajikan pertarungan ketat dari para pegolf yang telah malang melintang dalam kompetisi profesional wanita internasional. Turnamen yang merupakan co-sanction antara Persatuan Golf Indonesia (PGI) dan Korean Ladies Professional Golf Association ini menghadirkan 120 pegolf wanita se-Asia Pasifik, yang akan bertanding di lapangan golf karya Jack Nicklaus. Dari 120 peserta, 30 di antaranya merupakan para pegolf andalan tuan rumah, 13 pegolf profesional dan 16 amatir.
Beberapa nama pastinya akan menjadi sorotan dalam Indonesia Women’s Open presented by BTN. Mereka adalah Yuna Araki (JPN), Jihyo Jung (KOR), Jaravee Boonchant (THA), Thalia Martin (ENG), dan Natasha Oon (MAS). Lima pegolf ini telah mampu bersaing di tingkat internasional, dan bahkan bisa mencapai peringkat terbaik dunia dalam karier profesional mereka.
Araki berstatus pegolf No. 56 Dunia. Pegolf berusia 20 tahun tersebut merupakan runner up Toto Japan Classic, event Ladies Professional Golf Association (LPGA) yang berlangsung di Jepang tahun lalu. Musim lalu menjadi tahun gemilang bagi Araki yang memulai 2025 dengan peringkat No. 459 Dunia dan menutup musim kemarin dengan posisi terbaiknya dalam Rolex Women’s World Ranking (No. 56). Ia berhasil meraih 1 gelar juara Japan LPGA (Ladies Professional Golf Association), yaitu di event Golf5 Ladies. Tahun 2026 ini merupakan musim ketiga bagi Araki sebagai pegolf profesional.
“Saya sangat senang bisa datang ke Indonesia (BSD Course) dan bertanding di Indonesia Women’s Open presented by BTN. Ini menjadi kehormatan bagi saya bisa melakukan debut di Indonesia,” ujar Araki, yang pernah menduduki peringkat No. 5 Dunia di World Amateur Golf Ranking. “Seperti halnya di event mana pun yang saya ikuti, saya selalu menargetkan diri untuk menjadi juara. Begitupun di Indonesia Women’s Open presented by BTN, saya ingin menorehkan gelar pertama internasional di sini.”
Musim ini merupakan tahun kedua Jung berstatus pemain profesional. Pegolf berusia 19 tahun itu tercatat sebagai pegolf No. 270 Dunia. Penampilannya sebagai rookie di musim lalu tidak terlalu mengecewakan. Meski belum berhasil mengukir satu pun gelar juara, Jung telah menunjukkan perfoma impresifnya: menempati posisi T21 dalam BMW Ladies Championship (event LPGA) dan dua kali finis Top 10 dalam event KLPGA 2025.
“Musim lalu saya memfokuskan diri untuk bermain di KLPGA. Tahun ini saya mencoba bertanding di luar Korea, termasuk di Indonesia dalam Indonesia Women’s Open presented by BTN,” kata Jung. “Bersaing di event internasional seperti IWO ini tidaklah mudah. Banyak pegolf bagus yang tampil di BSD Course. Namun, saya optimistis bisa berprestasi baik di sini seperti yang sudah saya tampilkan di musim lalu.”
Jaravee yang pernah bermain di Indonesia Women’s Open (IWO) 2025 merupakan pemain No. 353 Dunia. Ia pernah menjuarai Epson Tour Championship 2022 (Futures Tour, kini Epson Tour). Pegolf Thailand berusia 26 tahun tersebut kini berstatus pemain LPGA dan bermain di Epson Tour dengan dua gelar profesional (Epson Tour dan BGC Thailand LPGA Masters).
“Akhirnya saya bisa kembali ke Indonesia. Setelah tampil dalam debut IWO 2025 lalu, saya pastinya ingin tampil lebih baik di Indonesia Women’s Open presented by BTN. Pengalaman bermain di BSD Course tahun lalu menjadi pelajaran berharga bagi saya untuk dapat meraih kemenangan di sini,” kata Jaravee.
Natasha Andrea Oon menjadi salah satu pegolf terbaik Asia Tenggara yang bisa berkompetisi di level internasional. Pegolf Malaysia berusia 24 tahun tersebut pernah meraih gelar juara Murphy USA El Dorado Shootout 2023, event Epson Tour—development tour milik LPGA. Pegolf yang mulai berstatus pro sejak 2022 ini bahkan meraih Gaelle Truet Rookie of the Year di Epson Tour dengan satu gelar juara dan finis 8 kali di Top 10. Tahun ini, dalam kesempatan untuk kesekian kalinya, Oon bertanding di Indonesia. Kali ini ia akan menunjukkan permainan terbaiknya dalam Indonesia Women’s Open presented by BTN untuk pertama kali.
“Indonesia selalu menjadi salah satu tempat bermain saya, baik itu ketika masih berstatus amatir maupun sudah profesional seperti sekarang ini. Namun, BSD Course menjadi lapangan pertama saya selama bermain di Indonesia. Ini menarik karena saya dengar lapangan ini cukup challenging ketika menjadi venue IWO 2025. Saya belum bisa bicara banyak bagaimana pertandingan besok nanti. Yang pasti, saya ingin menorehkan prestasi yang mengesankan dalam karier golf saya di Indonesia,” jelas Oon, yang pernah menduduki peringkat No. 7 Dunia di World Amateur Golf Ranking.
Dua nama yang juga mendapat perhatian dalam Indonesia Women’s Open presented by BTN, yaitu Thalia Martin (ENG) dan Holly Victoria Halim (INA). Martin yang berstatus pegolf No. 476 Dunia ini merupakan pemain kelahiran Banda Aceh, Indonesia, 29 tahun yang lalu. Pegolf yang mulai menyandang status profesional pada 2021 ini telah mengoleksi dua gelar juara, ABSA Ladies Invitational di Sunshine Ladies Tour & Madaef Golfs Ladies Open pada LET Access Series 2025 (development tour milik Ladies European Tour). Finis terbaiknya di LET adalah posisi keempat Hills Open 2025, T7 di Lacoste Ladies Open de France 2024, dan T3 di Roma Alps Letas Open 2021.
“Meski saya beberapa kali ke Indonesia, untuk menemui saudara-saudara saya di Jakarta dan Aceh, ini menjadi kunjungan saya pertama kalinya untuk bertanding dalam event golf. Saya cukup senang mendapat kesempatan untuk bertanding di event internasional Indonesia Women’s Open presented by BTN. Semoga saya bisa menampilkan permainan terbaik saya di sini,” kata Martin.
Sementara itu, Holly menjadi salah satu pegolf harapan Indonesia dalam Indonesian Women’s Open presented by BTN. Bersama Kristina Natalia Yoko, Holly merupakan satu dari dua pegolf tuan rumah yang lolos pada debut IWO 2025. Holly bahkan mampu menorehkan sukses dengan finis di T6 dalam event tersebut.
“Aku seneng event seperti IWO bisa diadakan lagi di Indonesia. Saya berharap event-event seperti ini bisa diadakan lebih banyak lagi di Indonesia agar pemain-pemain ladies kita bisa punya kesempatan untuk melihat dan belajar dari pemain luar dan dunia,” kata Holly.
Setelah menorehkan hasil positif di IWO 2025, Holly tentunya berharap bisa mengukir hasil yang lebih baik lagi di Indonesia Women’s Open presented by BTN. “Target saya di Indonesia Women’s Open presented by BTN ini pasti ingin mencoba lebih baik lagi dengan memperbaiki kesalahan-kesalahan saya pada 2025. Jadi, yang saya bisa lakukan hanya bisa mempersiapkan yang terbaik. Hasilnya itu kan merupakan akhir perjuangan saya,” kata Holly, yang berhasil mencapai finis T6 di CLPG Tour Championship 2025, yang menjadi event penutupnya di musim lalu, pada 13 Desember 2025.
Untuk tahun ini, Indonesia Women’s Open presented by BTN merupakan turnamen pembuka Asia-Pacific Circuit (APAC Circuit) series tour 2026. Namun, Indonesia Women’s Open presented by BTN menjadi turnamen kedua APAC Circuit setelah pergelaran Taiwan Mobile Ladies Open pada Desember 2025. Edisi kedua women’s national open di Indonesia ini diikuti pemain-pemain elite dari KLPGA Dream Tour dan pegolf-pegolf teratas yang mewakili lebih dari 12 negara di kawasan Asia-Pasifik, termasuk Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News