Logo Olimpiade di depan markas IOC. (Fabrice COFFRINI / AFP)
Logo Olimpiade di depan markas IOC. (Fabrice COFFRINI / AFP)

IOC Minta Atlet Olimpiade Diprioritaskan Mendapat Vaksin Covid-19

Olahraga olimpiade 2020
Kautsar Halim • 08 Januari 2021 13:18
Jakarta: Pejabat senior Komite Olimpiade Internasional (IOC) Dick Pound berpendapat bahwa para atlet harus diprioritaskan mendapat vaksin virus korona sehingga bisa terjun dalam pelaksanaan Olimpiade Tokyo yang sempat tertunda satu tahun.
 
Anggota terlama IOC asal Kanada itu mengatakan bahwa Olimpiade masih dapat dilanjutkan dengan partisipasi atlet secara massal. Tetapi, hanya jika mereka divaksinasi.
 
"Di Kanada, di mana kita mungkin memiliki 300 atau 400 atlet, rasanya bisa untuk mengambil beberapa ratus dari jutaan vaksin yang tersedia agar bisa mewakili negara dalam acara sebesar ini. Saya rasa tidak akan ada protes publik akan hal itu," kata Pound seperti dikutip Reuters, Jumat (8/1/2020).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini adalah keputusan yang harus dibuat oleh setiap negara dan akan ada orang yang mengatakan bahwa atlet melompati antrean, tetapi saya pikir itulah cara paling realistis untuk melanjutkannya," tambahnya.
 
Selama kunjungannya ke Tokyo pada November lalu, Presiden IOC Thomas Bach mengatakan para atlet akan didorong untuk mendapatkan vaksin tetapi tidak diwajibkan untuk berpartisipasi dalam Olimpiade.
 
Secara terpisah, Pound mengatakan kepada BBC bahwa sifat pandemi virus korona yang masih selalu berubah tidak bisa memastikan apakah Olimpiade akan berlangsung dalam waktu kurang dari 200 hari.
 
"Saya tidak bisa memastikan karena masalah utama yang mencolok adalah lonjakan virus," ujar Pound.
 
Lebih dari 15.000 atlet dari hampir setiap negara di dunia diharapkan hadir ke Tokyo untuk mengikuti Olimpiade dan Paralimpiade yang dimulai pada 23 Juli 2021.
 
Kekhawatiran apakah Olimpiade dapat diadakan di Tokyo kembali muncul dalam beberapa minggu terakhir karena kasus covid-19 kembali meningkat di Jepang dan di seluruh dunia.
 
Beberapa hari lalu, Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga sempat menegaskan kembali niatnya untuk mengadakan Olimpiade. Itu dikatakannya meski ibu kota dan prefektur di negaranya mengumumkan status darurat covid-19. (ANT)
 


 
(KAH)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif