Sejak dipimpin oleh Imam Nahrawi pada 27 Oktober 2014, program-program Kemenpora berjalan mulus. Berdasarkan data yang dihimpun medcom.id, Anggaran untuk Kemenpora yang paling besar terjadi pada 2018. Total, anggaran yang diterima Kemenpora ialah Rp5.037 miliar.
Rinciannya ialah sekretariatan kementerian Rp300,009 miliar, deputi bidang pemberdayaan pemuda Rp211,381 miliar, deputi bidang pengembangan pemuda Rp186,600 miliar, deputi bidang pembudayaan olahraga Ro421,494 miliar, dan deputi bidang peningkatan prestasi olahraga Rp3,917 triliun.
Dari total anggaran sebesar Rp5,037 triliun itu, terdapat anggaran untuk Panitia Penyelenggara Asian Games (INASGOC) sebesar Rp1,79 triliun, Panitia Penyelenggara Asian Para Games (INAPGOC) Rp826,3 miliar, dan peningkatan prestasi olahraga nasional Rp735,06 miliar.
Setelah beberapa waktu menjabat sebagai orang nomor satu di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), pria kelahiran Bangkalan Madura, 8 Juli 1973 langsung dihadapkan polemik sepak bola gajah pada pertandingan PSS Sleman melawan PSIS Semarang.
Selain itu, dia dihadapkan dengan permasalahan yang lebih pelik yaitu soal kompetisi tertinggi di Tanah Air, Indonesia Super League (ISL). Saat itu, Kemenpora dan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) meminta kick off dimundurkan dari jadwal karena sejumlah klub belum memenuhi persyaratan yang diminta.
Kemenpora melayangkan tiga kali teguran kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) berikut PT Liga Indonesia selaku operator kompetisi. Namun, hingga batas yang ditentukan, belum ada jawaban. Akhirnya pada 18 April 2015, Kemenpora membekukan PSSI melalui suratnya bernomor 01307 tahun 2015 yang ditandatangani Menpora Imam Nahrawi.
Pembekuan ini berdampak panjang. Federasi sepak bola dunia atau FIFA langsung menjatuhkan sanksi larangan aktif di kancah internasional (di-suspend) karena pemerintah dinilai melakukan intervensi. Setelah Kemenpora mencabut pembekuan, FIFA akhirnya mengikuti dengan mencabut suspend-nya yang berlangsung kurang lebih satu tahun.
Aktivitas sepak bola, khususnya timnas, akhirnya kembali normal meski permasalahan terus muncul. Beberapa prestasi mampu diraih meski untuk level junior seperti pada ajang Piala AFF. Untuk timnas senior hingga saat ini, prestasi tak kunjung tiba.
Bonus atlet
Berbicara bonus atlet, Imam Nahrawi bisa dibilang yang memulai sejarah besar dalam hal penghargaan terhadap olahragawan, yakni pemberian bonus terbesar dalam sejarah. Adalah peraih emas Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro Brasil, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang merasakan manisnya buah prestasi mengharumkan bangsa. Pasangan bulu tangkis nomor ganda campuran itu masing-masing mendapatkan bonus Rp5 miliar atas sekeping emas Olimpiade.
Bonus untuk atlet bulu tangkis juga diberikan kepada peraih juara All England hingga kejuaraan dunia. Pasangan Kevin Sanjaya/Marcus Gideon, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir hingga Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan juga sudah merasakan bonus kejutan itu.
Skandal SEA Games 2017 Malaysia
Pada 2017, Menpora mengawal langsung kontingen Indonesia pada SEA Games 2017 di Malaysia. Saat itu ada kejadian yang cukup menyita perhatian yaitu Bendera Merah Putih tercetak terbalik pada buku panduan kontingen dan ofisial peserta pesta olahraga multi cabang dua tahunan itu.
Kejadian itu sempat memicu polemik. Bahkan Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani turun tangan dan meminta tiga hal kepada Malaysia terkait insiden tersebut yaitu: menuntut adanya permintaan maaf terbuka secara tertulis dari pemerintah Malaysia soal kekeliruan tersebut. Kedua adalah meminta buku panduan SEA Games 2017 yang diedarkan segera ditarik dan diganti baru dan ketiga berharap kesalahan fatal tidak terulang. Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, ketika mengikuti upacara pembukaan SEA Games 2017 di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, menilai pencetakan bendera Indonesia yang terbalik dalam buku panduan pesta multi-cabang olahraga ASEAN ke-29 itu sebagai tindakan yang teledor dan ceroboh.
"Saya kira hal ini mencederai kemegahan pembukaan SEA Games 2017 yang disaksikan jutaan orang," ujar Menpora Imam Nahrawi ketika itu.
Pemerintah Malaysia, melalui Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Khairy Jamaluddin, ketika itu meminta maaf dan telah mengarahkan kepada panitia agar buku SEA Games 2017 yang memuat kesalahan pencetakan benderan Indonesia dalam keadaan terbalik tidak diedarkan lagi.
Pada ajang SEA Games 2017, prestasi Indonesia juga di luar ekspektasi. Indonesia hanya meraih 38 emas dan berada di urutan kelima klasemen perolehan medali.
Sukses penyelenggaraan dan prestasi di Asian Games 2018
Tahun 2018 bisa dikatakan sebagai tahunnya Menpora Imam Nahrawi. Betapa tidak, ada dua hajatan besar yang harus ditangani yaitu Asian Games dan Asian Para Games 2018. Kedua kejuaraan internasional itu berjalan dengan sukses baik prestasi, administrasi hingga pertanggungjawaban.
Pada Asian Games, kontingen Indonesia mampu finis di urutan keempat dengan raihan 31 emas, 24 perak, 43 perunggu. Capaian ini sudah sesuai dengan target yang dicanangkan pemerintah. Setali tiga uang. Kontingen Indonesia di Asian Para Games jugan berhasil mencapai target dengan berada di posisi lima klasemen medali (37 emas, 47 perak, 51 perunggu). Bonus untuk atlet peraih emas di dua event tersebut pun disamakan, yakni Rp1,5 miliar. Begitu juga bonus juga diberikan kepada atlet yang mampu menjadi juara dunia seperti Eko Yuli dari cabang angkat besi.
Selain bonus uang bagi atlet yang berprestasi, Menpora Imam Nahrawi kembali memberikan jalan atlet menjadi Aparatur Sipil Negara atau dulunya dikenal
dengan PNS. Peraih medali emas SEA Games 2015 ke atas, peraih medali Asian Games dan Olimpiade semuanya diangkat menjadi ASN. Begitu juga peraih medali emas ASEAN Para Games, Asian Para Games maupun Paralimpik.
Gowes Nusantara dan Esport
Di era Imam Nahrawi, Kemenpora bukan hanya berfokus pada olahraga prestasi, tapi juga memberi perhatian besar pada olahraga massal untuk kesehatan masyarakat. Program Gowes Nusantara menjadi andalan untuk kampanye olahraga masal ini. Selain itu, ada Gala Desa. Tidak ketinggalan, pengenalan kembali Senam Kesegaran
Jasmani (SKJ) mulai sekolah tingkat dasar. Semua itu tergabung dalam program Kemenpora bertajuk Ayo Olahraga.
Selain itu, Imam juga memberikan dukungan terhadap Esport untuk menjadi salah satu cabang olahraga prestasi. Bahkan, di sela puncak peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (9/9), Esport dibahas secara khusus melalui Simposium Interpretasi Esport dalam Wacana Keolahragaan Nasional.
Tersandung kasus suap
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menpora Imam Nahrawi tersangka kasus dugaan suap penyaluran bantuan dari pemerintah melalui Kemenpora pada KONI 2018. Penetapan tersangka Imam merupakan hasil pengembangan dari perkara sebelumnya.
“Dalam penyidikan ditetapkan dua orang tersangka yakni IMR dan MIU (asisten pribadi (aspri) Menpora, Miftahul Ulum),” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 18 September 2019.
Alexander menuturkan Imam dan Miftahul diduga menerima Rp14,7 miliar. Imam juga disinyalir meminta uang Rp11,8 miliar selama 2016-2018. Total dugaan penerimaan Imam mencapai Rp26,5 miliar.
Uang diduga komitmen fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan pihak KONI kepada Kemenpora TA 2018. “Uang tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Menpora dan pihak Iain yang terkait,” beber Alexander.
Imam dan Miftahul dijerat Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 12 B atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 junto Pasal 64 ayat (1) KUHP.
Pascapenetapan tersangka, Imam akhirnya mengundurkan diri sebagai Menpora. Lalu, Presiden Joko Widodo menunjuk Hanif Dhakiri sebagai Plt Menpora pada 20 September hingga 20 Oktober 2019.
Video: Sepatu Emas Keenam untuk Messi
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News