Kejuaraan MMA Internasional di Indonesia Diikuti 15 Negara

Rendy Renuki H 10 Mei 2018 22:13 WIB
olahraga
Kejuaraan MMA Internasional di Indonesia Diikuti 15 Negara
Sesi timbang badan para petarung MMA di kejuaraan Brave Fight (Ist)
Jakarta: Kejuaraan tarung bebas (MMA) bertajuk Brave Fighter akan digelar di Balai Sarbini, Jumat 11 Mei besok. Kejuaraan berskala internasional yang pertama kalinya digelar di Indonesia itu diikuti petarung dari 15 negara.

Ke-15 negara yang berpartisipasi adalah Indonesia sebagai tuan rumah, Rusia, Belanda, Yordania, Aljazair, Polandia, Malaysia, Bahrain, Jerman, Amerika Serikat, Brasil, Inggris, Selandia Baru, dan Australia. Para petarung tersebut akan dibagi ke dalam tujuh kelas berbeda. 

Sesi timbang badan para petarung dari 15 negara tersebut telah digelar di Jakarta, Kamis 10 Mei. Promotor Brave Fighter asal Indonesia, Surya Adiwijaya Soepono menyebut kegiatan ini untuk mempererat hubungan antarnegara, sekaligus meningkatkan prestasi petarung MMA Tanah Air.

Klik: Dua Atlet MMA Indonesia Siap Unjuk Gigi


"Kami berharap event ini berlangsung rutin. Kami menginginkan kerja sama ini bukan yang terakhir," katanya usai sesi penimbangan badan.


Pihak penyelenggara pun tampak serius mempersiapkan kejuaraan tarung bebas ini. Hal itu dilihat dari keterlibatan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) memverifikasi kejuaraan ini.

"Verifikasi BOPI masih sama. Jadi tidak tiba-tiba muncul kemudian bertarung. Ada lima poin verifikasi BOPI, mirip-mirip sama saat verifikasi sepak bola lah," ujar ketua BOPI Noor Aman.

Disebutkannya, kelima poin yang dimaksud yang pertama adalah dari sisi legalitas. Poin kedua menyangkut masalah penghasilan, ketiga masalah kontrak kerja, keempat hal-hal berkaitan dengan pajak, terakhir adalah jaminan asuransi.

"MMA ini kan baru beberapa tahun terakhir. Memang disadari dua-tiga tahun ini agak meningkat. Tren MMA sebagai industri kelihatannya lebih cepat, malah lebih cepat daripada tinju," tutupnya.

 



(REN)