Pencapaian yang didapat Sean cukup membanggakan mengingat pembalap berusia 19 tahun ini memulai balapan dari posisi ke-20. Momen keberhasilan Sean merangsek ke barisan depan adalah saat dia membuat start yang bagus dan berhasil menghindari insiden yang melibatkan empat pebalap di tikungan pertama. Sean langsung menyodok ke posisi ke-12 dan setelah itu secara konsisten mempertahankan kecepatannya.
Pada lap berikutnya, Sean berhasil menyusul sejumlah pembalap seperti Daniel de Jong, Jimmy Eriksson dan Gustav Malja. Beberapa insiden yang melibatkan pembalap di depan, seperti Artem Markelov dan Alex Lynn juga ikut mendongkrak posisi Sean ke peringkat tujuh.
Sukses Sean menempati peringkat tujuh melengkapi kejayaan tim Jagonya Ayam di sirkuit Baku. Rekan setim Sean, Mitch Evans finis di peringkat lima. Sementara Antonio Giovinazzi yang membalap dengan bendera tim Prema Racing tampil sebagai juara.
Meski membalap dengan tim Prema Racing, Antonio adalah pembalap yang didukung Jagonya Ayam KFC Indonesia bersama Philo Paz Patrick Armand di tim Trident Racing. Sayangnya, Philo tidak bisa melanjutkan balapan karena mengalami kecelakaan.
Dengan finis ketujuh, maka Sean akan start dari posisi kedua pada balapan Sprit Race pada hari Minggu 18 Juni. Sean berpeluang lagi untuk mendapatkan poin jika bisa tampil konsisten seperti balapan pertama. Keberhasilan finis ketujuh membuat Sean semakin percaya diri.
“Ya, saya tak menyangka. Balapan yang sulit. Kami memulai dalam situasi yang tidak mudah, namun mendapatkan hasil yang luar biasa. Tim bekerja dengan baik. Performa mobil juga cukup baik, dibanding saat sesi latihan atau babak kualifikasi kemarin. Mudah-mudahan saya bisa mendapat poin lagi untuk balapan kedua,” kata Sean.
Pada balapan kedua, Minggu, Sean berupaya tetap tenang menyambut start dari posisi depan untuk pertama kali dalam kariernya. "Saya akan mencoba tetap fokus dan tidak gugup supaya dapat menjalani start yang mulus," ujar pembalap berusia 19 tahun itu.
Balapan di Baku berlangsung penuh drama. Karakter sirkuit yang sangat menantang dengan trek lurus sepanjang 2,2 kilometer dan kombinasi jalur sempit menikung, menyulitkan pembalap. Sebanyak 11 pembalap dari 22 pembalap gagal menyelesaikan balapan. Akibat banyaknya insiden, mobil pengaman atau safety car terpaksa masuk lintasan beberapa kali. Bahkan di penghunjung lomba, semua pembalap sempat dipandu safety car sebelum menyelesaikan balapan satu lap terakhirnya.
Giovinazzi yang start dari posisi pertama, sempat terlempar ke posisi kelima. Namun, pembalap Italia ini mampu mempertahankan kecepatannya dan perlahan menyusul pembalap yang berada di depannya satu per satu. “Terima kasih untuk tim Prema. Kemenangan ini juga saya persembahkan untuk Jagonya Ayam KFC Indonesia yang selalu mendukung saya,” kata Giovinazzi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News