Pembalap berusia 17 tahun itu terpaksa gagal finis setelah mengalami kecelakaan saat sedang bersaing sengit di kelompok terdepan.
Memulai balapan dari posisi keempat, Veda Ega sebenarnya menunjukkan performa impresif sejak lampu start padam. Pembalap muda asal Gunungkidul tersebut mampu menjaga ritme di barisan depan dan memiliki kecepatan yang kompetitif untuk memperebutkan podium utama.
"Ini adalah akhir balapan yang sangat mengecewakan karena kedua pembalap memiliki potensi untuk meraih hasil yang bagus. Mereka bisa belajar dari hasil ini dan itu juga merupakan bagian dari perkembangan mereka," ujar Aoyama dikutip dari CNN.
Aoyama menjelaskan bahwa Veda sempat kehilangan sedikit posisi pada awal balapan, namun berhasil melakukan pemulihan dengan sangat baik.
"Dia sedikit kehilangan posisi di awal, tetapi bisa pulih dengan baik dan mengejar kembali sebelum melakukan kesalahan kecil yang mengakibatkan kecelakaan,” lanjutnya.
Sayangnya, saat sedang berusaha mengejar posisi teratas, Veda melakukan kesalahan kecil di lap kelima yang berakibat fatal hingga membuatnya terjatuh.
“Veda mampu bersaing bersama grup pembalap terdepan. Sangat disayangkan karena dia sekali lagi memiliki kecepatan dan kepercayaan diri untuk melakukan balapan yang sangat baik," jelasnya.
Hasil ini memutus tren positif Veda Ega Pratama yang tampil impresif pada dua seri terdahulu. Sebelumnya, pembalap muda tanah air ini berhasil menempati posisi kelima di GP Thailand dan mencetak sejarah dengan meraih podium ketiga di GP Brasil.
Veda Ega dijadwalkan melakoni seri keempat musim ini di Sirkuit Jerez, Spanyol, pada 24-26 April 2026.
(Ahmad Raul)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News