Rossi menjadi yang tercepat pada sesi latihan bebas pertama, Jumat 9 September. Namun pembalap Movistar Yamaha itu hanya berada di posisi keenam pada free practice (FP) kedua.
Usai menjalani FP2, ada insiden yang melibatkan Rossi dengan Aleix. Pembalap berusia 37 tahun itu terlihat kesal lantaran Aleix menghalangi jalannya.
Tak berhenti di situ, Aleix tampak tak menerima kemarahan Rossi dan mengatakan ucapan kasar. Reaksi tersebut membuat juara dunia MotoGP tujuh kali itu mengacungkan jari tengah.
"Hormat, saya tidak tahu perilakunya dan itu bukan pertama kalinya. Itu terjadi persis sama saat di Austria," ujar Rossi.
"Saya tiba di belakang dua Suzuki. Kedua pembalap melihat saya: (Maverick) Vinales dan Aleix Espargaro. Vinales melebar dan Aleix Espargaro tetap pada jalunya," terangnya.
"Setelah saya mengatakan sesuatu kepadanya. Saya katakan kepadanya, 'Apa yang kamu lakukan?' Dan dia berkata kepada saya, dengan ucapan kasar, jadi itu alasan saya marah kepadanya. Padahal dia cukup mengatakan maaf. Tapi mereka tidak tahu cara untuk meminta maaf dan lebih baik untuk mengatakan, 'ucapan kasar," tegasnya.
Rossi tak tinggal diam. Ia mengunjungi direktur lomba, Mike Webb untuk memberitahu insiden tersebut. Tapi upaya Rossi dianggap bukan sesuatu yang biasa dan menjurus terlalu istimewa.
"Dia datang ke pit. Ini bukan hal yang wajar, karena dia tidak pernah datang ke pit. Tapi saya membayangkan, karena dia Valentino Rossi, maka itu ia datang ke pit," terang Aleix.
(Baca Juga: Rossi Pimpin Free Practice I MotoGP San Marino)
Adik dari Pol Espargaro ini berdalih tak ada yang salah dengan sikapnya di trek. Aleix juga menganggap posisinya saat itu tak menghalangi Rossi.
"Dia mengatakan kepada saya kalau saya harus lebih sadar. Tapi saya bertanya apakah mereka mengecek video, dan dia bilang 'Ya dan Anda tidak mengganggunya," balas Aleix. (Crash)
Video: Prestasi Debutan Pembalap Muda
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News