Cuaca bisa tiba-tiba hujan deras ketika balapan berlangsung. Kondisi tersebut membuat para pembalap harus fokus dan menyiapkan strategi yang tepat.
"Silverstone adalah sirkuit yang cuacanya tak terduga. Dingin dan hujan bisa menjadi bagian yang Anda harus siap hadapi. Kami telah mengalami kondisi tersebut lebih dari sekali pada tahun ini. Kami melihat betapa pentingnya untuk tetap fokus dan membuat keputusan yang tepat," ujar Marquez.
"Kita akan lihat apa yang terjadi pada akhir pekan ini. Saya cukup menyukai sirkuit ini. Sirkuit yang bertipe lambat pada bagian awal. Namun ada serangkaian esses (lintasan berbentuk huruf S) yang bisa membuat perbedaan jarak jika Anda mendapat kondisi motor yang baik," sambugnya.
Marquez pernah menjadi juara di Silverstone pada 2014. Ketika itu, ia mengungguli duo Yamaha, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo.
Marquez kini masih memimpin klasemen sementara pembalap dengan meraih 197 poin. Pembalap berusia 23 tahun tersebut terpaut 53 poin dari Rossi yang berada di posisi kedua. (MotoGP)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News