Moto2 2018

Rossi Angkat Bicara Soal Aksi Fenati, Mantan Anak Didiknya di Tim VR46

Achmad Firdaus 10 September 2018 23:48 WIB
motogpmoto2
Rossi Angkat Bicara Soal Aksi Fenati, Mantan Anak Didiknya di Tim VR46
Valentino Rossi dan Romano Fenati saat perkenalan tim Sky Racing VR46 di tahun 2014 (Foto: motorlands.eu)
Misano: Aksi membahayakan pembalap lain yang dilakukan Romano Fenati pada MotoGP San Marino, akhir pekan kemarin terus menuai kecaman. Pembalap kawakan Valentino Rossi pun angkat bicara mengenai aksi yang membuat Fenati dipecat timnya.

Rossi merasa perlu angkat bicara terkait hal ini lantaran secara tidak langsung ia "berperan" dalam kiprah pembalap asal Italia berusia 22 tahun itu di pentas balap motor dunia.

Usut punya usut, Fenati ternyata pernah menjadi pembalap di tim Sky Racing Team VR46 yang dimiliki oleh Rossi. Fenati membalap untuk VR46 di ajang Moto3 pada musim 2014, namun kontraknya diputus pada pertengahan musim 2016.
 

Baca: Moto2: Membahayakan Pembalap Lain, Fenati Dipecat


Dalam sebuah wawancara, Rossi menyesalkan sikap Fenati yang dengan sengaja menarik tuas rem pembalap Italia lainnya, Stefano Manzi, saat keduanya tengah bersaing di lintasan. Rossi menilai, aksi yang dilakukan Fenati tidak bisa dibenarkan, apapun alasannya.



Seperti diketahui, Fenati mengatakan bahwa aksi yang dilakukannya itu merupakan aksi spontan atau balasan karena sebelumnya Manzi telah melakukan manuver berbahaya kepada dirinya.
  

"Sangat menyedihkan melihat apa yang terjadi (aksi berbahaya Fenati), karena itu sangat berbahaya. Untungnya tidak ada yang terluka akibat kejadian ini," ujar Rossi.


Lebih jauh, Rossi tidak menjelaskan secara gamblang apa yang mendasari keputusan timnya memutuskan kontrak dengan Fenati pada pertengahan musim Moto3 tahun 2016. Namun, kuat dugaan Fenati dipecat dari tim Sky Racing VR46, juga karena sikapnya di lintasan. Ia diketahui juga pernah melakukan aksi tidak sportif, salah satunya menendang motor lawan pada sesi pemanasan saat tampil di ajang Moto3.

Tak hanya Rossi, sejumlah pembalap MotoGP juga ikut memberikan pandangannya terhadap aksi konyol Fenati. Pembalap KTM MotoGP Pol Espargaro menilai bahwa yang dilakukan Fenati tersebut tidak mencerminkan pembalap profesional.
 


"Itu sesuatu hal yang tidak boleh kita lihat lagi di balapan. Itu bukan balapan. Saya malu orang-orang melihat kejadian itu di televisi dan yang melakukannya adalah pembalap profesional," ujar Espargaro.

"Anda boleh frustrasi di tengah balapan. Anda juga bisa marah. Tapi, bukan dengan cara seperti itu melampiaskannya. Itu hal yang tidak boleh dilakukan oleh siapapun," lanjutnya.

Baca juga: Moto2: Ini Alasan Fenati Lakukan Aksi Berbahaya yang Membuatnya Dipecat


Berbeda dengan Espargaro, pembalap LCR Honda, Cal Crutchlow mengeluarkan komentar yang lebih keras lagi. Ia menilai, "Fenati seharusnya mendapat larangan balapan seumur hidup."

Sejauh ini, pihak Dorna maupun FIM sebagai otoritas tertinggi di pentas balap motor dunia belum memberikan pernyataan atau keputusan resmi terkait aksi Fenati. Namun, pihak Marinelli Snipers sebagai tim yang menaungi Fenati di pentas Moto2 telah memutuskan kontraknya sehari setelah insiden tersebut.

Tidak hanya akan menganggur di sisa musim ini, Fenati juga sepertinya bakal absen pada balapan Moto2 musim depan. Musababnya, MV Agusta, tim yang diawal musim ini sempat mengontraknya sebagai pembalap untuk kompetisi Moto2 musim 2019, juga mengambil keputusan sama. Mereka menganulir kontrak dengan Fenati.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Setelah Raih Emas Asian Games, Eko Yuli Cari Tiket ke Tokyo





(ACF)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id