Yamaha resmi absen dari MotoGP Qatar 2026 akibat konflik di Timur Tengah. (Foto: Paul Crock / AFP)
Yamaha resmi absen dari MotoGP Qatar 2026 akibat konflik di Timur Tengah. (Foto: Paul Crock / AFP)

MotoGP 2026

Yamaha Resmi Boikot MotoGP Qatar 2026, Ini Alasannya

Alfa Mandalika • 01 November 2026 18:19
Ringkasnya gini..
  • Yamaha memutuskan absen dari MotoGP Qatar 2026 pada 6–8 November akibat situasi geopolitik Timur Tengah dan kebijakan keselamatan internal.
  • Keputusan tersebut membuat sedikitnya empat pembalap dari tim pabrikan Yamaha dan Pramac dipastikan tidak mengikuti seri ke-20 musim ini.
  • MotoGP tetap berencana menggelar balapan di Lusail, tetapi Yamaha berisiko mendapat sanksi, termasuk larangan tampil di Portugal dan Valencia.
Sepang: Yamaha memutuskan tidak ikut berpartisipasi di MotoGP Qatar 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Sirkuit Internasional Lusail pada 6 – 8 November. Keputusan tersebut diambil menyusul situasi geopolitik yang memanas akibat konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah.

Pengumuman resmi tersebut disampaikan Yamaha setelah MotoGP Malaysia 2026, Minggu, 1 November. Keputusan ini membuat setidaknya empat pembalap dari tim pabrikan Yamaha dan tim satelit Pramac dipastikan absen pada seri ke-20 musim ini.
 

Alasan Yamaha Absen dari MotoGP Qatar 2026


Keputusan mengejutkan itu didasarkan pada kebijakan keselamatan internal Yamaha yang melarang seluruh karyawannya bepergian ke wilayah terdampak perang.

Yamaha memberlakukan larangan perjalanan setelah upaya terakhir para pembalap dan tim untuk meminta pembatalan GP Qatar pada Minggu sore tidak membuahkan hasil. Dalam pernyataan resminya, Yamaha menegaskan bahwa keselamatan seluruh personel menjadi prioritas utama.

"Setelah melakukan penilaian terbaru terhadap situasi di Timur Tengah, Yamaha telah menginformasikan kepada MotoGP Group mengenai keputusan untuk tidak berpartisipasi dalam GP Qatar 2026," tulis pernyataan resmi Yamaha, Minggu (1/11/2026).

"Yamaha tetap berkomitmen penuh terhadap MotoGP dan berharap dapat kembali berkompetisi pada Grand Prix Portugal," lanjut pernyataan tersebut.
   

Yamaha Terancam Diberikan Sanksi


MotoGP menegaskan tetap berencana menggelar balapan di Doha. Wakil CEO MotoGP, Carlos Ezpeleta, bahkan telah mengunjungi Qatar pada Kamis sebelumnya untuk berkoordinasi dengan otoritas setempat.

Situasi di Timur Tengah masih dinilai tidak menentu. Kondisi tersebut diperburuk oleh imbauan larangan perjalanan dari sejumlah negara serta meningkatnya ketegangan politik menjelang pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat.
 
Keputusan Yamaha untuk tidak mengikuti GP Qatar juga memicu ketegangan antara pengelola MotoGP dan 11 tim peserta.

Dilansir dari Motorsport, MotoGP mengingatkan bahwa seluruh tim memiliki kewajiban kontraktual untuk mengikuti setiap seri resmi. Ketidakhadiran pembalap tanpa persetujuan berisiko mendapatkan sanksi.

Sanksi tersebut bahkan berpotensi mencakup larangan tampil pada dua seri penutup musim di Portugal dan Valencia.

(Ahmad Raul)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan