MotoGP Australia menjadi seri ke-18 musim ini sekaligus momen istimewa karena menjadi balapan terakhir kelas premier di Phillip Island sebelum kejuaraan dijadwalkan berpindah ke Adelaide pada musim depan.
Martín menatap balapan di Australia dengan kepercayaan diri setelah finis keempat pada Sprint Race dan merebut podium ketiga dalam balapan utama GP Indonesia. Hasil tersebut mengantarkannya kembali ke puncak klasemen sementara Kejuaraan Dunia MotoGP dengan koleksi 355 poin.
Pembalap Spanyol itu kini bertekad mempertahankan posisinya di tengah persaingan perebutan gelar juara dunia yang semakin ketat. Ia menilai konsistensi dan kerja sama tim menjadi faktor penting untuk menghadapi rangkaian balapan berikutnya.
Bagi Martín, GP Australia juga menjadi pengalaman pertamanya mengendarai motor Aprilia RS-GP di Phillip Island. Ia berharap dapat beradaptasi dengan cepat dan memberikan hasil terbaik pada balapan terakhir MotoGP di sirkuit tersebut.
“Setelah balapan di Indonesia, semakin jelas bahwa perebutan gelar juara dunia akan berlangsung sengit di antara tiga pembalap teratas. Kami datang ke Australia dengan selisih poin yang semakin tipis, sehingga penting bagi kami untuk terus bekerja keras dan percaya pada upaya seluruh tim Aprilia,” ujar Martín.
“Saya yakin kami bisa memberikan performa terbaik sekaligus menutup perjalanan MotoGP di sirkuit ini dengan hasil yang membanggakan,” imbuhnya.
Sementara itu, Bezzecchi datang dengan modal kemenangan pada balapan utama GP Indonesia. Pembalap asal Italia tersebut mampu bangkit setelah mengalami kecelakaan pada Sprint Race dan menutup akhir pekan dengan hasil maksimal.
Kemenangan itu menjadi yang kelima bagi Bezzecchi pada musim ini. Ia pun bertekad mempertahankan momentum positif tersebut untuk kembali bersaing memperebutkan kemenangan di Phillip Island.
Bezzecchi mengaku antusias kembali berlaga di sirkuit yang dikenal memiliki karakter lintasan cepat dan menantang tersebut. Meski menyayangkan balapan tahun ini menjadi penampilan terakhir MotoGP di Phillip Island, ia ingin memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin.
“Saya sangat senang bisa kembali ke Phillip Island. Tentu cukup disayangkan karena ini akan menjadi balapan terakhir kami di sini, tetapi saya sangat antusias untuk kembali turun ke lintasan, apalagi setelah hasil luar biasa yang kami raih pada balapan utama di Indonesia,” kata Bezzecchi.
“Seperti biasa, kami akan terus bekerja keras bersama tim agar bisa tampil kompetitif sekaligus menikmati balapan di sini,” lanjutnya.
Tantangan Phillip Island
Sirkuit Phillip Island memiliki panjang 4,45 kilometer dan terletak di kawasan pesisir Victoria, Australia. Lintasan ini dikenal dengan kombinasi tikungan cepat, panorama laut, serta karakter balap yang menuntut keberanian dan ketepatan pembalap.Sirkuit tersebut memiliki lima tikungan ke kanan dan tujuh tikungan ke kiri. Karakter lintasannya menjadi tantangan tersendiri bagi pembalap dan tim dalam menentukan setelan motor serta strategi balapan.
Bagi Aprilia Racing, GP Australia menjadi kesempatan untuk menjaga momentum positif sekaligus memperkuat posisi dalam persaingan kejuaraan dunia. Martín akan berupaya mempertahankan keunggulan di klasemen, sedangkan Bezzecchi memburu kemenangan lanjutan untuk terus menekan para pesaingnya.
Dengan persaingan gelar yang semakin ketat, hasil di Phillip Island berpotensi menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan arah perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026.