Deputi V Kemenpora bidang Harmonisasi dan Kemitraan Gatot Dewa S Broto menjelaskan, Sirkuit Sentul batal dijadikan arena balap karena renovasinya membutuhkan biaya yang sangat besar, yakni sekitar Rp200 miliar. Selain itu, proses renovasinya bakal semakin sulit karena bakal merombak jalan tol yang telah tersedia.
Sebagai alternatif pilihan, Gatot menerangkan, ajang balap motor tertinggi di dunia tersebut bakal terselenggara di Jawa Barat atau Palembang. Kalau di Jawa Barat, pemerintah bakal menggeber pembangunan sirkuit baru. Sedangkan, untuk yang di Palembang sudah tersedia Sirkuit A Land.
"Ya, pemerintah akan ambil alih proyek MotoGP. Upaya menuju event tersebut tetap berjalan tapi tidak di Sentul, atau akan digelar di tempat lain," ujar Gatot pada jumpa pers di Gedung Kemenpora, Jakarta, Rabu (27/1/2016).
"Kalau dipindahkan ada dua opsi, pertama di Palembang. Kedua di Jawa Barat, tapi tempatnya belum boleh kami publikasi. Kata yang paham, untuk membuat sirkuit cukup waktu satu tahun," tambahnya.
Perubahan rencana ini juga disebutkan Gatot sudah mendapat restu dari Presiden Joko Widodo. Selain itu, Dorna selaku operator MotoGP juga sudah mengetahuinya.
"MotoGP, kata presiden, harus ditinjau ulang. Jadi, bukan berarti dibatalkan. Oleh karena itu, MotoGP akan tetap jalan tapi tidak di Sentul," tandas Gatot.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News