Jakarta: Gelar juara dunia yang diraih Joan Mir musim MotoGP 2020 lalu memang sangat berkesan. Pasalnya ia sempat kehilangan poin di awal musim, dengan dua kali gagal finish di tiga putaran pembuka.
Setelah itu, Mir tampil konsisten dengan menjaga posisi di tiga besar hingga akhirnya meraih poin tertinggi sekaligus merengkuh gelar juara dunia MotoGP pertama dalam karirnya.
Berstatus sebagai juara bertahan, Mir sadar kalau mempertahankan akan terasa jauh lebih sulit dibanding meraih. Karena itu, rider asal Spanyol itu akan berusaha tampil maksimal sejak seri pembuka.
"Saya akan langsung mendapat tekanan tahun ini. Tahun lalu saya merasakan tekanan itu, tapi tidak mempengaruhi saya secara negatif. Ini harus kami lakukan lagi musim ini," kata Joan Mir dikutip dari Crash, Sabtu 6 Februari 2021.
Tak hanya itu, jika Mir dan Suzuki berhasil melewati seri-seri awal dengan maksimal, maka ia yakin bisa kembali mempertahankan titel juara dunia kedua.
"Karena tekanan ini sejak balapan pertama, artinya kami tampil 100 persen pada balapan pertama. Jadi saya pikir itu akan sangat penting dan menjadi kunci musim ini," beber Mir.
Sebelumnya, rekan setim Alex Rins tersebut cukup galau dengan kepergian bos Suzuki Ecstar, Davide Brivio yang tiba-tiba meninggalkan Suzuki.
Namun beruntung, sebelum kepergian Brivio, semua orang di Suzuki sudah paham tentang pekerjaan dan tanggung jawabnya masing-masing.
Davide Brivio sendiri mencoba tantangan baru di Formula 1 dengan menerima tawaran sebagai CEO Alpine F1 Team mulai musim 2021.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan