Jelang MotoGP 2019

Dovizioso Puas dengan Hasil Tes Pramusim di Valencia dan Jerez

Kautsar Halim 03 Desember 2018 19:51 WIB
motogp
Dovizioso Puas dengan Hasil Tes Pramusim di Valencia dan Jerez
Andrea Dovizioso. (JOSE JORDAN / AFP)
Jerez: Pembalap Ducati, Andrea Dovizioso, sangat senang dengan hasil dua tes pramusim yang dilakoninya beberapa waktu lalu di Valencia dan Jerez. Dia bahkan mengklaim itu adalah hasil tes musim dingin terbaik di sepanjang kariernya bersama Ducati.

Dovizioso memang berada di urutan kedelapan pada hari kedua tes pramusim di Jerez. Tapi, catatan waktu terbaiknya hanya berselisih 0.347 detik dengan Takaaki Nakagami dari tim LCR Honda yang menjadi pembalap tercepat.

Ketika tes pramusim di Valencia, Dovi yang berusia 32 tahun sempat menggunakan motor Ducati GP19 yang merupakan tunggangan baru untuk menyambut musim depan. Tapi dia malah terjatuh pada hari pertama tes. 


Klik: Lorenzo Naik Meja Operasi Lagi

Dovi mengatakan hanya ada sedikit perkembangan pada mesin motor barunya tersebut. Tapi, kendala itu tak mengurangi kepercayaan diri untuk mengarungi musim 2019.

"Ini adalah tes musim dingin terbaik semenjak saya jadi pembalap Ducati. Sulit mengatakan Ducati adalah motor paling kompetitif, tapi Anda tidak akan tahu jika belum mencobanya sendiri. Jadi, wajar saja jika rival kami menyebutkan bahwa motor kami paling bagus," ujar Dovizioso.

"Meski begitu, tetap hasil balapan sesungguhnya yang jadi penentu. Kami hanya punya pondasi sangat bagus dan telah mendemonstrasikannya di semua kondisi. Saya dan Ducati makin siap menyambut musim depan," tambahnya.

Klik: Jelang MotoGP 2019, Rossi Makin Mengeluh

Dijelaskan lebih lanjut oleh Dovizioso, hasil positif tes pramusim tidak hanya ditentukan lewat catatan waktu terbaik tiap putaran. Sebab, dia dan tim harus menguji coba berbagai perubahan yang dilakukan, tak terkecuali ban, mesin dan sasis. Selain itu, dia juga harus beradaptasi dengan cuaca yang menyelimuti sirkuit.  

"Catatan waktu pada akhir tes tidak bermakna apa-apa, terlebih lagi ketika selisih waktu para pembalap sangat dekat. Bahkan hal itu juga tidak terlalu penting. Banyak cara ketika melakukan tes. Ada yang mengerahkan 99 persen kemampuannya, 80 persen dan ada yang hanya ingin menguji material,"  papar Dovi.

"Kami sendiri tidak punya cukup banyak ban. Jadi, kami harus memutuskan ingin menggunakan ban untuk mencari catatan waktu atau menguji coba material. Kebetulan material yang kami bandingkan di sana masih tidak terlalu berbeda dengan saat tes di Valencia," tambahnya.

Dovizioso berhasil menjadi runner-up pada ajang MotoGP 2018. Prestasi itu diraih setelah empat kali naik podium utama dari 18 seri yang dimainkan. Meski begitu, Dovi sempat gagal finis di GP Americas, GP Prancis dan GP Catalunya. (motorsport)





(KAU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id