Bos Aprilia, Paolo Bonora, memberikan kabar terbaru mengenai kondisi Martin setelah menjalani FP1 di Sirkuit Lusail, Jumat, 6 November 2026. Menurutnya, kondisi pembalap asal Spanyol tersebut mengalami peningkatan dibandingkan ketika mencoba kembali membalap di MotoGP Malaysia.
Martin bahkan mampu mengakhiri FP1 di posisi kelima dengan catatan waktu terpaut 0,734 detik dari Marc Marquez yang menjadi pembalap tercepat.
Namun, Bonora menegaskan Aprilia tetap harus berhati-hati. Martin masih merasakan kesulitan ketika melakukan pengereman keras, sehingga tim belum bisa memastikan kemampuannya untuk menjalani seluruh rangkaian balapan akhir pekan ini.
"Ya, kondisinya tampak lebih baik, tetapi kami harus sangat berhati-hati karena masih membutuhkan waktu agar dia bisa mencapai kondisi fisik 100 persen," kata Bonora kepada siaran MotoGP.
"Untuk saat ini, perubahan arah motor sudah jauh lebih baik dibandingkan balapan sebelumnya. Namun, dia masih kesulitan saat melakukan pengereman keras," lanjutnya.
Jorge Martin Lebih Kuat Ketimbang di MotoGP Malaysia
Kembalinya Martin ke lintasan MotoGP Qatar menjadi perkembangan penting setelah upaya comeback sebelumnya di Malaysia berakhir mengecewakan.
Juara dunia MotoGP 2024 tersebut mengalami patah tulang radius kanan setelah terjatuh saat bersaing dengan Marc Marquez dalam sprint race MotoGP Australia di Phillip Island.
Martin sempat mendapatkan izin medis untuk mengikuti MotoGP Malaysia. Namun, dia akhirnya memilih mundur setelah kesulitan menghasilkan tenaga yang cukup ketika melakukan pengereman.
Aprilia kemudian memutuskan tidak mengambil risiko lebih besar dan meminta Martin melanjutkan pemulihan sebelum mencoba kembali di Qatar.
Kondisinya kini menunjukkan kemajuan. Dalam FP1 di Lusail, Martin mampu menyelesaikan 15 putaran, termasuk lima putaran beruntun pada sesi keduanya.
Catatan tersebut memperlihatkan peningkatan dibandingkan FP1 di Sepang, ketika dia hanya mampu menyelesaikan 12 putaran dan masih kesulitan mempertahankan performa secara konsisten.
Meski demikian, Aprilia belum menganggap Martin sudah pulih sepenuhnya. Tim masih akan memantau respons fisiknya setelah menjalani aktivitas di lintasan.
Aprilia Tak Ingin Ambil Risiko
Aprilia memilih bersikap realistis terhadap kondisi Martin. Bonora menegaskan tim tidak ingin memaksakan sang pembalap tampil maksimal sebelum benar-benar pulih.
Menurutnya, Martin masih membutuhkan waktu untuk mengembalikan kekuatan fisik, khususnya ketika harus melakukan pengereman keras. Karena itu, tim akan mengevaluasi kondisinya secara bertahap sepanjang akhir pekan.
"Kami harus menjalani semuanya dengan sangat tenang. Kami sudah mengatakan kepadanya untuk mengambil waktu yang dibutuhkan karena tidak ada alasan bagi kami untuk mengambil risiko," ujar Bonora.
Meski begitu, Aprilia tetap memiliki ambisi untuk mendapatkan hasil positif di Qatar. Bonora menegaskan timnya tidak akan menyerah selama peluang dalam perebutan gelar juara dunia masih terbuka.
"Kami tidak akan pernah menyerah sampai angka-angka tidak lagi memberikan peluang. Kami ingin menjaga persaingan kejuaraan tetap terbuka," katanya.
Aprilia juga mengapresiasi perkembangan Marco Bezzecchi yang tampil kompetitif sepanjang musim ini. Namun, tim tetap ingin memberikan kesempatan kepada Martin untuk kembali menunjukkan kemampuannya.
Peluang Jorge Martin dalam Perebutan Gelar MotoGP 2026
Kondisi Martin menjadi perhatian karena dia masih memiliki peluang matematis mempertahankan gelar juara dunia MotoGP 2026.
Namun, situasinya semakin sulit setelah absen pada dua balapan di Malaysia. Saat ini, Martin tertinggal 44 poin dari Marc Marquez yang memimpin klasemen dengan 399 poin.
Jika Marquez mampu meraih poin maksimal dari sprint race dan balapan utama di Qatar, Martin harus mengumpulkan setidaknya delapan poin agar peluangnya dalam perebutan gelar tetap terbuka.
Sementara itu, Marco Bezzecchi yang menempati posisi ketiga juga masih memiliki peluang menjadi juara dunia. Pembalap Aprilia tersebut tertinggal 67 poin dari Marquez.
MotoGP Qatar 2026 menjadi seri penting karena Marquez berpeluang mengunci gelar juara dunia kelas utama untuk kedelapan kalinya.
Bagi Martin, prioritas utama saat ini adalah memastikan kondisi fisiknya terus membaik. Aprilia tentu membutuhkan performa terbaiknya, tetapi keselamatan dan kebugaran pembalap tetap menjadi pertimbangan utama menjelang dua seri terakhir setelah Qatar.