Dalam sesi wawancara bersama media asal Prancis, Canal+, Quartararo mengungkapkan rasa frustrasinya setelah gagal memetik hasil positif sepanjang akhir pekan di Austin.
Meskipun tim telah melakukan banyak perubahan dan eksperimen pada setelan motor, empat pembalap Yamaha justru terpuruk di posisi empat terbawah pada daftar catatan waktu.
Ketimpangan Performa yang Semakin Lebar
Data statistik menunjukkan kemunduran signifikan bagi Yamaha di sirkuit ini. Pada musim 2025, Jack Miller mampu finis di posisi kelima dengan selisih 12 detik dari pemenang. Namun tahun ini, selisih waktu tersebut membengkak menjadi lebih dari 25 detik.Baca Juga :
Aprilia Kunci Austin! Marco Bezzecchi dan Jorge Martin Cetak Finis 1-2 Kedua Kalinya secara Beruntun
“Tim (Yamaha) tidak benar-benar tahu cara memperbaiki semua masalah yang kami hadapi dengan motor ini. Kami memang lebih cepat setengah detik di sesi kualifikasi dibandingkan tahun lalu, tetapi pesaing lain justru mampu berkembang satu detik lebih cepat,” ujar Quartararo dengan nada
kecewa.
Pada balapan tersebut, pembalap rookie dari tim Pramac, Toprak Razgatlioglu, menjadi satu-satunya penunggang Yamaha yang berhasil meraih poin dengan finis di posisi ke-15.
Sementara itu, Jack Miller menyusul di posisi ke-16, tepat di depan Quartararo dan rekan setimnya, Alex Rins.
Menatap Jeda Kalender Balap
MotoGP saat ini memasuki masa jeda menyusul penundaan jadwal Grand Prix Qatar. Kompetisi baru akan dilanjutkan pada Spanish GP di Sirkuit Jerez pada 25 – 26 April mendatang.Quartararo tidak mengharapkan adanya keajaiban pada uji coba di Spanyol nanti. Ia memilih untuk tetap memanfaatkan waktu satu bulan ke depan untuk beristirahat sejenak dari tekanan kompetisi.
“Saya sudah memperkirakan ini akan menjadi musim yang sangat panjang. Kita punya sedikit lebih dari sebulan istirahat, itu benar-benar bagus untuk menenangkan diri sejenak,” tutup juara dunia MotoGP musim 2021 tersebut.
(Ahmad Raul)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News