Valentino Rossi dan Marc Marquez saat menghadiri konferensi pers jelang MotoGP Jepang (Foto: (AP Photo/Shizuo Kambayashi)
Valentino Rossi dan Marc Marquez saat menghadiri konferensi pers jelang MotoGP Jepang (Foto: (AP Photo/Shizuo Kambayashi)

Kontroversi Rossi di Malaysia

Ada Motif Dendam di Balik Insiden Rossi vs Marquez di Sepang

Achmad Firdaus • 27 Oktober 2015 05:00
medcom.id, Sepang: Bos tim Yamaha, Lin Jarvis coba menjelaskan alasan di balik aksi kontroversial yang dilakukan Valentino Rossi pada MotoGP Malaysia, Minggu lalu. Jarvis merasa, Rossi melakukan hal tindakan tersebut karena tak mampu menahan emosinya kepada Marc Marquez.
 
Seperti kita ketahui, Rossi dan Marquez terlibat insiden senggolan pada tikungan 14 di lap ketujuh. Dalam tayangan ulang, Rossi terlihat sengaja menutup ruang buat Marquez, sehingga akhirnya terjadi kontak dan Marquez terjatuh. Rossi akhirnya dinyatakan bersalah dan harus menerima fakta bakal start dari posisi buncit pada seri pamungkas di MotoGP Valencia, 8 November mendatang.
 
Menyikapi insiden tersebut, Jarvis coba membela pembalapnya. Dia merasa, Marquez memang sengaja membalas dendam atas komentar Rossi yang menyebut Marquez lebih mendukung Jorge Lorenzo untuk jadi juara dunia musim ini. Komentar Rossi ini merujuk pada seri sebelumnya di GP Australia di mana ia mendapat perlawanan sengit dari Marquez.

Dan tudingan Rossi terbukti di Sirkuit Sepang di mana Marquez dengan mudah memberikan jalan kepada Lorenzo untuk melewatinya. Sementara di sisi lain, ia memberikan pertarungan yang sangat sengit kepada Rossi. Hal inilah yang kemudian membuat Rossi kehilangan akal sehat hingga akhirnya terjadi insiden tersebut.
 
"Sejak balapan di Phillip Island (Australia), Rossi sudah merasa Marquez ingin mengendalikan balapan dan mencoba untuk mempengaruhi hasil musim ini," ujar Jarvis.
 
"Saya rasa, apa yang kami lihat di balapan merupakan momen pembalasan dendam Marc Marquez atas pernyataan Rossi di media," lanjutnya.
 
"Jika kita mempelajari setiap gerakan yang dilakukan Marquez, memang dia tidak melakukan satupun gerakan ilegal. Saya rasa, Anda harus melihat insiden tersebut dengan kacamata yang lebih besar, dan Anda harus mempertanyakan motivasinya dalam balapan dan cara serta upaya Marquez untuk menahan Valentino mendapatkan kecepatan maksimum," tutupnya.
 
Jika kita menarik jauh ke belakang, memang ada sejumlah alasan yang mendukung pernyataan Lin Jarvis. Marquez mungkin masih sakit hati lantaran dia pernah dua kali dirugikan akibat insiden senggolan dengan Rossi di musim ini sehingga peluangnya mempertahankan gelar juaranya di musim ini kandas.
 
Pertama di GP Argentina, di mana ia harus terjatuh akibat senggolan dengan Rossi. Dan yang kedua terjadi di GP Belanda. Saat itu, Rossi berhasil jadi juara meski dengan cara yang dinilai tidak sportif. Rossi memotong jalur lintasan setelah insiden senggolan dengan Marquez. Dan yang membuatnya dendam, Rossi luput dari sanksi dalam dua insiden tersebut. (Motorsport)
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ACF)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan