"MotoGP Mandalika mulai melahirkan tenaga-tenaga lokal dengan pengalaman internasional. Sejumlah marshal asal Lombok yang awalnya mendapat kesempatan bertugas di MotoGP Mandalika kini dipercaya terlibat dalam ajang balap internasional di luar Indonesia," ujar Iqbal dalam pertemuan bersama marshal.
Menurut Iqbal, pengalaman para marshal tersebut menunjukkan perubahan yang terjadi sejak Mandalika rutin menggelar event internasional. Masyarakat lokal kini semakin banyak mengambil peran seiring bertambahnya pengalaman dan kemampuan.
"Dulu, untuk ngecat sirkuit itu harus dikerjakan bule-bule. Sekarang 100% orang lokal. Dulu marshal asli Lombok itu minoritas. Sekarang setelah diberi kesempatan, mereka bahkan dipakai di sirkuit lain, di ajang internasional lainnya," sambungnya. Salah satu marshal lokal bermana Vincent, bahkan mendapat kesempatan bertugas di Sirkuit Sepang setelah mengikuti MotoGP Mandalika. Ia juga terlibat dalam ajang Formula E di Jakarta.
"Ketika mendapatkan ruang, kepercayaan dan pengalaman, masyarakat NTB mampu bekerja dengan standar yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan event internasional," ujarnya.
Volunteer 100 persen anak muda NTB
Selain marshal, Iqbal juga bertemu dengan para volunteer MotoGP Mandalika 2026. Untuk pertama kalinya, seluruh volunteer dalam penyelenggaraan tersebut berasal dari kalangan anak muda NTB.
"Saya bangga melihat teman-teman yang percaya diri. Mau tampil. Dan bisa berbahasa Inggris. Pesan saya, hospitality itu berawal dari senyum. Jadi pastikan kalian selalu tersenyum," katanya.
Iqbal menilai manfaat penyelenggaraan MotoGP Mandalika tidak hanya dapat dilihat dari jumlah penonton, tingkat hunian hotel, maupun transaksi ekonomi selama event berlangsung.
Menurutnya, ajang internasional tersebut juga harus menjadi sarana transfer pengetahuan bagi talenta lokal. Pengalaman dan kemampuan yang diperoleh diharapkan dapat terus dimanfaatkan masyarakat setelah balapan selesai.
"MotoGP bukan hanya keramaian lalu pergi. Ukuran manfaat MotoGP jangan hanya jumlah penonton, hotel penuh, atau transaksi selama beberapa hari. Tapi juga pengalaman, disiplin kerja, jejaring, dan standar internasional yang dimiliki masyarakat NTB," pungkasnya.