Pernyataan tersebut disampaikan Acosta kepada Motorsport.com di sela-sela Grand Prix Indonesia di Sirkuit Mandalika. Ia sekaligus meluruskan komentar CEO KTM, Gottfried Neumeister, yang sebelumnya menyebut Acosta ingin mengalahkan Marquez dengan menggunakan motor yang sama.
Menurut Acosta, prioritas utamanya adalah mendapatkan motor kompetitif dan bergabung dengan tim yang mampu mendukung perkembangan kariernya. Kehadiran Marquez di garasi Ducati menjadi kesempatan berharga yang tidak ingin ia lewatkan.
“Ini bukan soal mengalahkan Marc. Alasan saya ingin bersama Marc adalah karena saya tidak akan punya banyak kesempatan lagi untuk belajar dari pembalap terbaik dalam sejarah, atau pembalap terbaik dalam 15 tahun terakhir,” ujar Acosta, seperti dikutip dari laporan Motorsport.com yang juga diberitakan GPOne.
Acosta Ingin Belajar dari Marquez
Acosta menyadari persaingan dengan Marquez di dalam satu tim akan menjadi tantangan besar. Namun, ia tidak menganggap kemungkinan kalah dari rekan setimnya itu sebagai alasan untuk menghindari kesempatan tersebut.
Pembalap berusia 22 tahun itu menilai pengalaman berbagi garasi dengan Marquez bisa memberikan manfaat jangka panjang bagi kariernya.
“Bahkan jika saya kalah, berada satu tim dengannya akan memberikan lebih banyak manfaat bagi karier jangka panjang saya dibandingkan kerugian yang saya alami jika dia mengalahkan saya,” kata Acosta.
Bantah Ingin Bertahan di KTM karena Tawaran Kontrak
Acosta juga membantah bahwa dirinya sempat melakukan negosiasi untuk memperpanjang kontrak bersama KTM. Menurut dia, pabrikan Austria tersebut mengirimkan kontrak, tetapi ia memutuskan untuk menolaknya.
“Saya tidak pernah bernegosiasi dengan KTM. Mereka mengirimkan kontrak, lalu saya menolaknya,” kata Acosta.
Ia turut menyinggung pengalaman pada tahun sebelumnya ketika keinginannya meninggalkan KTM sempat memunculkan persoalan terkait komitmen kontrak. Pengalaman tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam mengambil keputusan untuk masa depannya.
Acosta menegaskan keputusan menuju Ducati tidak berubah meski KTM disebut berusaha mempertahankannya dengan tawaran finansial yang besar.
“Bahkan dengan uang sebanyak apa pun, saya tidak akan menempatkan diri kembali dalam situasi yang saya alami saat itu,” pungkasnya.
Duet Acosta dan Marquez di Ducati Mulai 2027
Ducati telah mengonfirmasi Acosta akan bergabung dengan tim pabrikan untuk musim 2027 dan 2028. Ia akan menjadi rekan setim Marquez, yang juga telah memperpanjang kontraknya bersama pabrikan Italia tersebut hingga akhir 2028.
Kehadiran Acosta menandai babak baru dalam kariernya setelah memperkuat KTM. Ia sebelumnya meraih gelar juara dunia Moto3 dan Moto2, kemudian memenangkan penghargaan Rookie of the Year pada musim debutnya di MotoGP 2024.
Pada musim 2025, Acosta menempati peringkat keempat klasemen akhir MotoGP dan mengoleksi 13 podium sepanjang kiprahnya di kelas premier hingga saat itu.