Rossi sengaja jatuhkan Marquez di MotoGP Sepang 2015 (foto: crash)
Rossi sengaja jatuhkan Marquez di MotoGP Sepang 2015 (foto: crash)

Insiden Rossi vs Marquez yang Masih jadi Teka-teki, Siapa yang Layak Dibela?

Adri Prima • 19 Februari 2021 19:25
Jakarta: Kepala kru Marc Marquez, Santi Hernandez meyakini cepat atau lambat jawaban atas insiden Rossi dan Marquez di Sirkuit Sepang pada tahun 2015 silam akan terungkap.
 
Masih jelas dalam ingatan, Marc Marquez kala itu terlibat perseteruan 'kotor' dengan rivalnya Valentino Rossi. 
 
Hal tersebut bermula anggapan Rossi yang menuding Marquez membantu Jorge Lorenzo jadi juara dunia agar koleksi gelar juara Rossi tidak bertambah. 

Kebetulan di musim tersebut Marquez sudah kehilangan kesempatan untuk meraih gelar juara dunia MotoGP
 
Tepatnya di MotoGP Sepang 2015, Marquez memang terlihat sengaja merusak konsentrasi Rossi dengan menahan laju motor Rossi. Pada akhirnya the doctor kehilangan kesabaran dan menendang motor Marquez hingga rider Spanyol tersebut terjatuh. 
 
Marquez gagal melanjutkan balapan sedangkan Rossi berhasil finish di posisi kedua namun mendapat sanksi harus start dari posisi belakang di balapan selanjutnya yang merupakan balapan terakhir musim itu. 
 
Akibat sanksi tersebut, Rossi gagal juara dan harus merelakan titel juara dunia untuk rekan setimnya Jorge Lorenzo. 
 
Kegagalan Rossi justru menghadirkan kecaman dan cacian kepada Marquez. Bahkan Marquez sempat mendapatkan ancaman pembunuhan.
 
Tak hanya itu, Marquez pun disebut sebagai salah satu pembalap paling kotor di MotoGP meski pada kenyataannya dirinya yang dijatuhkan Rossi. Akan tetapi beberapa pihak menilai, itu merupakan reaksi Rossi atas tindakan usil Marquez di dalam lintasan. 
 
Kepala kru Marc Marquez, Santi Hernandez masih mengingat jelas insiden tersebut. Santi Hernandez percaya suatu saat nanti kebenaran dari kejadian itu akan terjawab. 
 
Akan tetapi ia tidak ingin berkomentar banyak meski ia tahu persis apa yang sebenarnya terjadi."Saya tidak ingin memberikan sebuah opini, saya mengalami momen itu dan akan menyimpannya untuk diri saya sendiri," kata Santi Hernandez, dilansir dari Tuttomotoriweb.
 
"Semua ini akan dibahas ketika kami semua sudah pensiun dan seseorang akan membuat buku biografi di mana kebenaran akan diceritakan," bebernya. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ACF)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan