Veda tampil impresif setelah mengawali balapan dari posisi ke-19. Pembalap Honda Team Asia itu mampu merangsek ke depan dan kemudian terlibat dalam persaingan untuk posisi keempat.
Namun, peluang Veda meraih hasil terbaik terganggu setelah terlibat insiden dengan David Munoz di Tikungan 4 saat balapan menyisakan lima lap.
Veda melakukan manuver dari sisi dalam saat bersaing dalam rombongan. Munoz yang berada di sisi luar kemudian melebar dan terjatuh. Stewards kemudian menjatuhkan Long Lap Penalty kepada Veda.
Dalam laporan resmi MotoGP, Veda disebut membuat Munoz melebar hingga pembalap Spanyol tersebut terjatuh. Munoz sempat kembali ke lintasan, tetapi tidak melanjutkan balapan.
Mengapa Manuver Veda Disebut Block Pass?
Keputusan penalti tersebut kemudian menjadi perbincangan, terutama karena tayangan ulang yang beredar memperlihatkan Veda melakukan manuver dari sisi dalam tanpa terlihat adanya kontak langsung antara kedua motor.
Dalam balap motor, istilah block pass biasanya digunakan untuk menggambarkan manuver ketika seorang pembalap mengambil jalur bagian dalam untuk menutup ruang atau jalur pembalap lain saat memasuki tikungan.
Karena itu, perdebatan mengenai insiden Veda dan Munoz tidak hanya berkaitan dengan ada atau tidaknya kontak antarmotor. Pertanyaan lainnya adalah apakah manuver tersebut membuat pembalap lain kehilangan ruang untuk melewati tikungan dengan aman.
Laporan resmi MotoGP menyebut Munoz terdorong melebar setelah manuver Veda dan kemudian terjatuh. Atas insiden tersebut, Veda diberikan Long Lap Penalty.
Dengan demikian, penalti Veda tidak semata-mata dapat dilihat dari ada atau tidaknya kontak antara kedua motor. Dalam laporan MotoGP, keputusan tersebut dikaitkan dengan konsekuensi manuver Veda terhadap Munoz.
Veda Sempat Bersaing di Posisi Keempat
Insiden tersebut terasa semakin merugikan karena Veda sedang menunjukkan performa yang menjanjikan.
Start dari posisi ke-19, pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, itu mampu memperbaiki posisinya secara bertahap hingga masuk ke dalam persaingan posisi keempat.
MotoGP mencatat Veda bahkan terlibat dalam pertarungan sengit di kelompok depan sebelum insiden dengan Munoz terjadi.
Setelah mendapatkan Long Lap Penalty, Veda menjalani hukuman tersebut. Namun, eksekusi pertamanya dinyatakan tidak tepat sehingga ia harus mengulang penalti.
Veda kemudian kembali menjalani Long Lap Penalty pada lap terakhir. Rangkaian penalti tersebut membuat posisinya merosot hingga akhirnya finis di urutan ke-13.
Hasil tersebut memberinya tambahan tiga poin dari Moto3 Austria.
Veda Tembus 100 Poin
Meski gagal mempertahankan posisi di barisan depan, tambahan tiga poin dari Austria membuat koleksi Veda mencapai 100 poin di klasemen sementara Moto3 2026.
Veda kini berada di posisi kedelapan dan hanya terpaut satu poin dari Hakim Danish yang menempati peringkat ketujuh.
Hasil tersebut juga menjadi catatan penting bagi Veda setelah ia sebelumnya harus mengawali balapan Austria dari posisi ke-19. Keberhasilannya menembus persaingan empat besar sebelum insiden menunjukkan progres sepanjang balapan, meski akhirnya harus kehilangan banyak posisi akibat penalti.
Maximo Quiles Menang dan Dekati Gelar
Moto3 Austria 2026 dimenangi Maximo Quiles. Pembalap CFMOTO Gaviota Aspar Team tersebut finis pertama setelah mengendalikan balapan sejak mengambil alih posisi terdepan menyusul kecelakaan David Almansa.
Brian Uriarte finis kedua, sedangkan Alvaro Carpe melengkapi podium. Quiles mencatat kemenangan kesembilan musim ini sekaligus kemenangan ketiganya secara beruntun.
Tambahan 25 poin membuat Quiles kini mengoleksi 306 poin di puncak klasemen. Ia unggul 131 poin atas Alvaro Carpe yang berada di posisi kedua.
Quiles selanjutnya memiliki peluang mengunci gelar juara dunia Moto3 2026 pada seri berikutnya di Jepang.
Moto3 Berlanjut ke Jepang
Setelah balapan di Austria, Moto3 2026 akan berlanjut ke Jepang. Seri berikutnya dijadwalkan berlangsung di Sirkuit Motegi pada 2-4 Oktober 2026.
Bagi Veda, seri Jepang menjadi kesempatan untuk kembali mengejar posisi yang lebih baik setelah finis P13 di Austria dan membawa koleksi poinnya menjadi 100.