Kelima pembalap tersebut ialah Mario Suryo Aji, Veda Ega Pratama, Manuel Gonzalez, Luca Lunetta, dan David Almansa. Mereka hadir dalam program Riders Go to School untuk berbagi pengalaman sekaligus mendekatkan atmosfer balap motor internasional kepada generasi muda di sekitar kawasan Mandalika.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari SOLAH Mandalika atau Sustainability Orientation With Local Hospitality of Mandalika. Program ini membawa pesan mengenai keberlanjutan, keberagaman, inklusivitas, serta keterlibatan masyarakat dalam penyelenggaraan event internasional di The Mandalika.
Kedatangan para pembalap disambut penampilan seni tradisional oleh para siswa. Momen tersebut mempertemukan olahraga balap motor dengan budaya lokal Lombok sebelum para rider berinteraksi langsung dengan siswa.
Mario Aji dan Veda Ega Berbagi Cerita Perjuangan
Dalam sesi berbagi pengalaman, Mario Aji dan Veda Ega menceritakan perjalanan mereka hingga bisa berkompetisi di panggung internasional.
Keduanya berbicara mengenai proses latihan, tantangan dalam kompetisi, tekanan yang dihadapi pembalap, hingga kesempatan membawa nama Indonesia ke level dunia.
Para siswa pun diajak memahami bahwa pencapaian seorang pembalap tidak datang secara instan. Di balik penampilan mereka di lintasan, terdapat proses panjang yang membutuhkan disiplin, kerja keras, keberanian, dan konsistensi.
Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 sekaligus Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu cara agar kehadiran MotoGP di Mandalika dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
"Kami ingin anak-anak di Mandalika tidak hanya melihat para rider ketika mereka berada di lintasan. Hari ini mereka bisa bertemu, berbicara, tertawa, dan belajar langsung dari para pembalap yang mereka lihat berlaga," ujar Troy.
"Kami ingin pengalaman ini menyalakan keberanian mereka untuk bermimpi dan percaya bahwa mereka juga bisa mencapai panggung dunia," lanjutnya.
Delapan Siswa Ikut Hias Helm
Interaksi antara pembalap dan siswa kemudian berlanjut melalui aktivitas helmet painting.
Sebanyak delapan siswa dari kelas 3 hingga 6 mendapat kesempatan menghias helm bersama para pembalap. Aktivitas tersebut menjadi ruang bagi para siswa untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus mengenal pesan kepedulian terhadap lingkungan yang dibawa SOLAH Mandalika melalui tema "Greener Future Together".
.jpeg)
Hasil karya para siswa kemudian diserahkan kepada para pembalap dan tamu VIP yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Selain kreativitas dan budaya lokal, aspek keselamatan juga menjadi bagian dari kegiatan. Para siswa mengikuti kuis interaktif bersama Unit Keamanan Keselamatan Ditlantas Polda NTB untuk mengenal pentingnya keselamatan dan aturan berlalu lintas sejak dini.
Dengan demikian, pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi kesempatan bagi siswa untuk bertemu pembalap. Mereka juga mendapatkan pesan mengenai disiplin, sportivitas, keselamatan, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Veda Ega: Semoga Adik-Adik Berani Bermimpi
Kepala SDN 2 Kuta Mandalika, Lalu Satriadi, menyambut positif kesempatan sekolahnya menjadi bagian dari rangkaian Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.
"Kedatangan mereka menjadi inspirasi bagi murid dan guru kami bahwa untuk mencapai level dunia dibutuhkan kerja keras dan dedikasi tinggi," kata Satriadi.
Veda Ega juga mengaku senang bisa kembali hadir di Lombok dan berbagi pengalaman dengan generasi muda.
"Saya senang bisa berbagi pengalaman dengan adik-adik di sini. Semoga mereka semakin berani bermimpi dan terus berusaha untuk mengejarnya," ujar Veda.
Bagi Veda, momen tersebut hadir di tengah persiapannya menjalani balapan Moto3 di Mandalika. Ia akan menjalani debut balapan Moto3 di sirkuit tersebut pada Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.
Sementara itu, Mario juga menyambut antusias dukungan masyarakat Indonesia menjelang balapan di tanah air. Ia berharap dukungan tersebut bisa membantu dirinya dan para pembalap Indonesia meraih hasil terbaik di Mandalika.
Berlanjut ke Students Go To Paddock
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan donasi dari InJourney dan InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) kepada SDN 2 Kuta Mandalika sebagai bentuk dukungan terhadap lingkungan pendidikan di sekitar The Mandalika.
Program SOLAH Mandalika selanjutnya berlanjut pada Jumat (9/10) melalui **Students Go To Paddock**. Sebanyak 50 pelajar dan 10 guru dari berbagai sekolah di Pulau Lombok dijadwalkan mengikuti kegiatan tersebut.
Para peserta akan mendapat kesempatan melihat lebih dekat suasana race weekend, mengenal aktivitas di area paddock, serta merasakan atmosfer penyelenggaraan ajang balap motor internasional di Mandalika.
Rangkaian ini membuat Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 tidak hanya menjadi tontonan balap di sirkuit. MotoGP juga hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui pendidikan, budaya lokal, keselamatan, dan inspirasi bagi generasi muda Mandalika.