Keputusan ini cukup disayangkan mengingat Phillip Island merupakan salah satu sirkuit ikonik. GP Australia di Phillip Island pertama kali digelar pada 1989 dan sempat dipindahkan ke Eastern Creek pada 1991, sebelum kembali ke Phillip Island pada 1997.
Terkait dengan pemindahan venue, Presiden Federasi Balap Motor Internasional (FIM), Jorge Viegas justru menyalahkan pengelola sirkuit yang tak kunjung memperbaiki cara promosi GP Australia dan fasilitas Sirkuit Phillip Island sejak satu dekade lalu.
"Hal ini pernah diminta 10 tahun lalu, agar mereka meningkatkan fasilitas, dan tiap tahun mereka bilang, ‘Ya, ya, ya, kami akan melakukannya'. Namun, hal itu tidak pernah terjadi, jadi kini Phillip Island dihapus, karena Adelaide mengajukan proposal yang bagus," kisah Viegas.
| Baca juga: Jajal Sirkuit Mandalika Sebanyak 39 Lap, Ini Kata Valentino Rossi |
"Kita tahu MotoGP ingin berkembang, dengan akuisisi dari Liberty (Media), mereka benar-benar tertarik membuat MotoGP lebih besar. Kita perlu menaklukkan publik baru, penonton baru," lanjutnya.
Phillip Island bisa kembali menggelar MotoGP
Viegas sendiri mengakui kalau banyak pembalap yang menyukai Phillip Island. Namun, ia yakin promotor dan pengelola sirkuit harus membuat gebrakan, seperti memperbanyak atraksi di luar sirkuit dan pengadaan hotel.
"Katakanlah ini keputusan berbasis komersial, tetapi kita bisa memahaminya. Tentu saja semua orang sedih kehilangan Phillip Island dari kalender," ungkap Viegas.
Meski begitu, jika semua hal yang diminta mampu dilakukan pengelola Phillip Island, maka bukan tidak mungkin sirkuit bersejarah tersebut kembali menjadi tuan rumah MotoGP di masa yang akan datang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News