Dilansir dari The Athletic, keputusan perombakan di kursi kepelatihan ini sepenuhnya berada di bawah kendali Florentino Pérez. Sumber internal menyebutkan bahwa sang presiden ingin mengambil alih otoritas penuh guna membangun kembali proyek tim yang dinilai sedang mengalami penurunan performa. Madrid terancam menutup musim kedua berturut-turut tanpa gelar bergengsi seperti La Liga maupun Liga Champions.
Situasi ini berbeda dengan penunjukan Xabi Alonso musim lalu yang dipimpin oleh General Manager José Ángel Sánchez. Arbeloa, yang menjabat sejak Januari lalu untuk menggantikan Alonso, gagal memberikan dampak signifikan bagi kestabilan performa tim di kompetisi domestik maupun Eropa.
Klausul Pelepasan dan Pro-Kontra
Mourinho saat ini masih menjabat sebagai pelatih Benfica dengan kontrak hingga Juni 2027. Namun, terdapat celah dalam kesepakatan tersebut berupa klausul pelepasan senilai 3 juta euro yang dapat diaktifkan hingga 10 hari setelah kompetisi musim ini berakhir.
Meski Perez menjadi pendukung utama kembalinya Mourinho, suara di internal klub tidak sepenuhnya bulat. Rekam jejak Mourinho yang kontroversial, termasuk sejarah konflik dengan Iker Casillas pada periode 2010-2013, masih menjadi pertimbangan sebagian manajemen.
Selain itu, komentar terbaru Mourinho terkait insiden yang melibatkan Vinicius Junior di laga melawan Benfica juga sempat memicu kritik tajam.
Opsi Pelatih Lain
Selain nama "The Special One", manajemen Real Madrid juga memantau Mauricio Pochettino (pelatih timnas AS) dan Didier Deschamps (pelatih Prancis). Nama Jurgen Klopp tetap masuk dalam daftar panjang manajemen, meski pelatih asal Jerman tersebut telah berkomitmen pada perannya sebagai kepala sepak bola global di Red Bull sejak Januari 2025.
(Ahmad Raul)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News