Dalam konferensi pers menjelang laga perempat final Liga Champions melawan Atlético Madrid di Spotify Camp Nou, pada Kamis (9/4) dini hari WIB.
Hansi Flick menilai rasa frustrasi yang ditunjukkan talenta muda berusia 18 tahun tersebut sebagai hal yang wajar dan positif bagi perkembangan mentalnya.
Dalam laga sebelumnya, Yamal terlihat kesal saat meninggalkan lapangan muncul laporan bahwa kekesalannya ditujukan kepada pelatih kiper, Jose Ramon de la Fuente, yang memberinya instruksi dari pinggir lapangan.
Baca Juga :
Hasil Atletico vs Barcelona: Diuntungkan Jumlah Pemain, Lewandowski Bawa Blaugrana Menang Dramatis 2-1
Pelatih asal Jerman itu menegaskan bahwa emosi tersebut muncul karena ambisi besar sang pemain untuk memberikan kontribusi maksimal bagi Blaugrana.
“Yang harus kita pahami adalah bahwa Lamine baru berusia 18 tahun dan merupakan pemain yang luar biasa. Kalau kamu menonton ulang pertandingannya, kamu akan melihat bahwa dia melakukan hal-hal yang luar biasa,” kata Flick dikutip melalui Mundo Deportivo.
Hansi Flick juga menekankan pentingnya melindungi talenta muda seperti Yamal dari tekanan media yang berlebihan.
“Dia pergi dengan rasa frustrasi. Itu emosional dan itu bagus. Kita harus berhati-hati, tidak semua yang dia lakukan harus menjadi sorotan,” jelasnya.
“Dia adalah pemain yang fantastis dan kita harus ingat bahwa dia baru berusia 18 tahun. Saya katakan padanya bahwa dia bisa menjadi pemain hebat suatu hari nanti dan saya akan selalu melindunginya,” tegasnya.
(Ahmad Raul)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News