Informasi tersebut pertama kali diungkap surat kabar Prancis, Le Parisien. Dalam laporan tersebut, nama Mbappe ditemukan bersama sejumlah figur publik dan pengusaha kaya lainnya yang diduga menjadi target aksi penculikan maupun penyerangan.
Pihak berwenang menemukan daftar tersebut setelah menyita dan memeriksa dua telepon seluler milik seorang tersangka bernama Clément L. Pemuda 18 tahun yang menggunakan nama samaran "Lester Z" di Snapchat tersebut diduga tetap menjalankan aktivitas kelompok kriminal dari dalam penjara.
Mbappe Masuk Daftar 26 Target
Clément L. diduga merupakan otak dari serangkaian aksi kriminal yang berlangsung atau dipersiapkan antara April hingga Agustus 2026. Kasus tersebut mencakup dugaan penyerangan di rumah serta rencana penculikan terhadap sejumlah orang kaya dan figur terkenal.
Dari pemeriksaan dua telepon yang disita, penyidik menemukan informasi mengenai 26 calon target. Daftar tersebut mencakup pesepak bola, rapper, pengusaha, pedagang perhiasan, hingga pedagang daging asal Turki.
Mbappe menjadi salah satu nama paling terkenal dalam daftar tersebut. Sumber hukum yang dikutip Le Parisien menyebut kelompok tersebut juga ingin menyasar seorang rapper dan pemain Real Madrid tersebut.
Penyerang asal Prancis itu memang menjadi salah satu pesepak bola dengan nilai komersial dan kekayaan tinggi dengan nilai kekayaan diperkirakan mencapai 200 juta pounds atau sekitar Rp4,77 triliun. Namun, laporan mengenai dirinya dalam kasus ini masih berada dalam konteks dugaan rencana kriminal yang sedang diselidiki aparat Prancis.
Tersangka Diduga Kendalikan Geng dari Penjara
Clément L. telah berada di dalam penjara ketika diduga memberikan instruksi kepada anggota kelompoknya. Ia disebut menggunakan dua telepon seluler dan aplikasi Snapchat dengan nama samaran "Lester Z" untuk berkomunikasi dari balik jeruji.
Penyelidikan terhadap kelompok tersebut bermula dari kasus yang melibatkan seorang pembuat jam atau pedagang jam mewah di Neuilly-sur-Seine. Aparat kemudian menelusuri jejak para pelaku hingga menemukan keterkaitan dengan Clément L.
Clément L. bersama seorang rekannya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara pencurian secara terorganisasi pada 21 Agustus 2026 di Nanterre. Ia kemudian tetap ditahan dan ditempatkan di ruang isolasi, sementara rekannya menjalani proses hukum dalam status pengawasan.
Dalam pemeriksaan, Clément L. mengakui keterlibatannya dalam aktivitas ilegal, tetapi membantah dirinya sebagai dalang utama seluruh rencana tersebut. Ia mengklaim hanya berperan sebagai perantara.
Hingga kini, penyidik masih berupaya mengungkap sejauh mana rencana tersebut telah dijalankan dan peran masing-masing tersangka.
(Muhammad Zaidan Rizky)