Tidak hanya para pemain, suasana klasik akan diperkuat dengan wasit yang mengenakan seragam khusus, penggunaan bola pertandingan bergaya vintage, hingga grafis siaran televisi yang disesuaikan dengan nuansa tempo dulu.
Dari 42 klub yang berpartisipasi di dua divisi teratas, terdapat empat tim yang tidak mengenakan jersey khusus tersebut di lapangan, yakni Barcelona, Rayo Vallecano, Getafe, dan Real Madrid.
Dilansir dari Marca, Barcelona, Rayo Vallecano, dan Getafe tetap terlibat dalam kampanye secara simbolis meski tidak mengenakan jersey khusus karena kendala logistik.
Sementara Real Madrid menjadi satu-satunya tim yang sama sekali tidak berpartisipasi dalam kampanye ini.
Kolaborasi Sepak Bola dan Fashion
Peluncuran resmi kampanye ini dilakukan pada 19 Maret dalam ajang Madrid Fashion Week, sebuah langkah yang menandai persilangan antara dunia sepak bola dan industri.Dengan ini, La Liga menjadi liga sepak bola top Eropa pertama yang menggelar kampanye jersey retro secara terkoordinasi, mengikuti jejak kompetisi olahraga lain seperti National Rugby League dan Australian Football League yang lebih dulu menjalankan program serupa.
Direktur La Liga, Jaime Blanco, menyebut inisiatif ini sebagai cara unik untuk mengangkat sejarah klub ke masa kini.
“Ini memungkinkan kami membawa masa lalu ke masa sekarang, sambil terus membangun pengalaman dan memperkuat warisan yang terhubung secara emosional dengan para pendukung,” kata Jaime seperti dikutip melalui Marca
“Menampilkan koleksi retro Spanyol di pekan ini adalah platform yang tepat untuk memperluas identitas tersebut di luar lapangan dan menempatkan sepak bola dalam percakapan budaya dan kreatif,” sambungnya.
Tren Nostalgia Makin Ramai
Fenomena nostalgia dalam dunia sepak bola sejatinya bukan hal baru. Juventus baru saja merilis jersey keempat yang terinspirasi dari musim 1996/1997. Liverpool meluncurkan koleksi retro pada Maret lalu yang mencakup desain dari era 1960-an hingga jersey legendaris musim 2005.Arsenal bahkan pernah menghidupkan kembali kit "banana" musim 1991/1992 sebagai jersey tandang mereka pada musim 2019/2020.
Brand besar seperti Nike dan Adidas turut merespons tren ini dengan merilis ulang koleksi klasik, termasuk penggunaan logo lama di jersey Piala Dunia 2026. Bisnis jersey retro kini telah berkembang menjadi industri global bernilai hampir £40 juta atau setara dengan Rp914 miliar.
(Ahmad Raul)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News