Kekalahan tersebut membawa konsekuensi besar bagi pelatih Manolo González. Espanyol resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih berusia 47 tahun itu pada Selasa, 27 Oktober waktu setempat, setelah hasil mengejutkan di Copa del Rey memperburuk situasi tim.
Sestao River memastikan kemenangan melalui gol Jon Rojo pada menit ke-121. Gol tersebut menjadi penentu setelah kedua tim terlibat pertandingan sengit dengan tujuh gol di Stadion Las Llanas.
Hasil ini menjadi salah satu kejutan terbesar pada putaran pertama Copa del Rey. Espanyol yang berasal dari kasta tertinggi sepak bola Spanyol gagal melewati hadangan klub dari Segunda Federación, kompetisi kasta keempat di negara tersebut.
Espanyol Gagal Pertahankan Keunggulan
Espanyol sebenarnya mengawali pertandingan dengan baik. Marcos Fernández membawa tim tamu unggul melalui eksekusi penalti pada menit keenam.
Namun, Sestao River tidak membutuhkan waktu lama untuk merespons. Adrián Carrión menyamakan kedudukan pada menit ke-18 sebelum Andoni Ugarte membawa tuan rumah berbalik unggul 2-1 pada menit ke-40.
Espanyol berusaha mengejar ketertinggalan, tetapi baru mampu menyamakan skor pada menit ke-90. Roberto Fernández sukses mengeksekusi penalti untuk mengubah kedudukan menjadi 2-2 sekaligus memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan.
Drama berlanjut pada perpanjangan waktu. Gabriel Moscardo membawa Espanyol kembali unggul 3-2 pada menit ke-96.
Akan tetapi, keunggulan itu hanya bertahan sebentar. Ander Laka menyamakan skor menjadi 3-3 pada menit ke-98, membuat peluang kedua tim untuk melaju ke putaran berikutnya kembali terbuka.
Ketika pertandingan tampak akan berlanjut lebih lama, Jon Rojo muncul sebagai penentu. Golnya pada menit ke-121 memastikan kemenangan 4-3 bagi Sestao River sekaligus mengakhiri perjalanan Espanyol di Copa del Rey musim ini.
Manolo González Dipecat Setelah Kekalahan
Sejatinya, Manolo González memang sudah menghadapi tekanan akibat performa Espanyol yang tidak konsisten belakangan ini. Kekalahan dari Sestao River menjadi pukulan tambahan bagi Los Periquitos yang sedang berjuang memperbaiki posisinya di La Liga.
Sebelum pertandingan Copa del Rey, González sempat menyebutkan bahwa masa depannya sebagai pelatih tengah terancam. Kemudian, setelah pertandingan Sestao River vs Espanyol, ia pun menerima tanggung jawab atas hasil buruk yang dialami timnya.
Reuters melaporkan González mengaku sangat terpukul dengan kekalahan tersebut dan menyebutnya sebagai salah satu hari terburuk dalam hidupnya.
Espanyol kemudian mengumumkan berakhirnya masa kerja González melalui pernyataan resmi klub. Manajemen menyampaikan apresiasi atas kerja, komitmen, dan upaya yang telah diberikan sang pelatih selama menangani tim utama.
González mulai menangani Espanyol pada Maret 2024. Ia berhasil membawa klub kembali ke La Liga dan membantu mempertahankan posisi mereka di kasta tertinggi selama dua musim berikutnya.
Namun, hasil buruk pada 2026 membuat posisinya semakin sulit. Espanyol menelan lima kekalahan dalam enam pertandingan terakhir González sebagai pelatih. Saat pemecatan diumumkan, mereka berada di posisi ke-18 klasemen La Liga dengan delapan poin.