Erick tidak sembarang mengambil keputusan tersebut. Ia mengaku melepas saham besarnya kepada Suning Group karena yakin dengan proyek masa depan yang direncanakan raksasa ritel di Tiongkok itu.
"Saya sangat menghormati Suning. Mereka memilih jalur investasi yang menurut mereka terbaik. Mereka membangun platform yang berhasil meraih Scudetto setelah sebelas tahun," ujar Erick kepada surat kabar Italia, Corriere dello Sport di sela kunjungannya mendampingi Presiden Joko Widodo menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Roma dikutip dari Antara, Minggu, 31 Oktober 2021.
Keputusan Erick melepas saham besarnya kepada Suning Group memang terbilang tepat. Di bawah kepemilikan Suning Group, Inter mampu meraih gelar Liga Italia pada musim 2020--2021.
Ketika Inter berhasil menjuarai Liga Italia, Erick mengaku merasa sangat bahagia dan mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang terlibat dalam hal itu. Ia mengaku rasa kegembiraannya yang turut ia rasakan cukup sederhana dengan mengirimkan pesan kepada salah seorang temannya yang berisi 'Forza Inter'.
Erick mengambil alih Inter pada 2013 setelah dia membeli saham presiden Inter sebelumnya, yakni Massimo Morratti. Kemudian, ia menjual sebagian sahamnya ke Group Suning pada 2016.
Posisinya sebagian Presiden Inter Milan digantikan oleh Steven Zhang pada 2018. Kemudian, Erick memutuskan untuk menjual saham minoritasnya di Inter kepada LionRock pada 2019.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News