Keputusan tersebut dilakukan menjelang laga Como 1907 vs RB Leipzig pada fase liga Liga Champions 2026/2027. Pertandingan tersebut menjadi debut Como di kompetisi Eropa sekaligus momen bersejarah bagi klub.
Melansir laman La Gazzetta dello Sport, Suwarso dan sejumlah petinggi Como memberikan kursi mereka kepada suporter yang telah mendukung klub selama bertahun-tahun, khususnya fans yang lahir pada 1950 atau sebelumnya.
Kursi untuk Fans yang Setia Sejak Lama
Keputusan Suwarso tidak terlepas dari terbatasnya kapasitas Stadio Giuseppe Sinigaglia untuk pertandingan Liga Champions. Stadion tersebut sudah direnovasi agar memenuhi persyaratan UEFA, tetapi kapasitas untuk pertandingan Eropa menjadi lebih terbatas dibandingkan pertandingan liga.Dalam kondisi tersebut, sejumlah suporter tidak bisa mendapatkan tiket untuk menyaksikan langsung pertandingan bersejarah Como.
Suwarso kemudian memilih memberikan kursinya kepada kelompok suporter yang dianggap telah paling lama menemani perjalanan klub.
Dalam pesan yang disampaikan melalui media sosialnya, Suwarso meminta agar kursi tersebut diberikan kepada penggemar yang lahir pada 1950 atau lebih awal dan telah mengikuti Como melalui berbagai kasta serta era perjalanan klub.
Langkah tersebut menjadi bentuk penghargaan kepada para pendukung yang tetap bersama Como bahkan sebelum klub mencapai panggung tertinggi sepak bola Eropa.
Como Debut di Liga Champions
Como akan mencatat sejarah dengan menjalani pertandingan pertama mereka di UEFA Champions League.Berdasarkan laman resmi Como 1907, laga perdana tersebut mempertemukan Como dengan RB Leipzig di Stadio Giuseppe Sinigaglia pada Kamis, 10 September 2026 pukul 21.00 waktu setempat.
UEFA juga mencatat pertandingan Como melawan Leipzig sebagai laga Eropa pertama dalam sejarah klub. Como menjadi salah satu klub debutan pada fase liga Liga Champions musim 2026/2027.
Karena itu, keputusan jajaran petinggi Como memberikan kursi mereka kepada suporter senior memiliki makna tersendiri. Para penggemar yang telah mengikuti perjalanan klub sejak masa sulit mendapat kesempatan menyaksikan langsung salah satu pertandingan terbesar dalam sejarah Como.
(Ellen Octovia Suherman)