Penyerang AC Milan, Goncalo Ramos (AFP/Stefano Rellandini)
Penyerang AC Milan, Goncalo Ramos (AFP/Stefano Rellandini)

AC Milan

Milan Disebut Sia-siakan Talenta Goncalo Ramos

Gregorius Gelino • 30 September 2026 15:36
Ringkasnya gini..
  • Emiliano Viviano menilai Goncalo Ramos bisa lebih produktif jika bermain dalam tim yang lebih dominan menguasai bola.
  • Kekuatan utama Ramos ada di kotak penalti, sementara pressing dan kerja keras tanpa bolanya juga menjadi nilai tambah.
  • Viviano mengkritik gaya bermain Milan yang dinilai terlalu mengandalkan transisi dan permainan vertikal.
Milan: Mantan kiper Timnas Italia, Emiliano Viviano, mengkritik cara AC Milan menggunakan penyerang mahalnya, Goncalo Ramos. Menurut Viviano, penyerang tim nasional Portugal itu memiliki kualitas untuk menjadi ancaman serius di depan gawang.

Ramos memang baru mencetak satu gol dan satu assist dalam enam laga bersama Rossoneri. Tapi, Viviano menilai Ramos bisa mencetak lebih banyak gol jika bermain dengan tim yang menguasai bola seperti Juventus.

“Seandainya Goncalo Ramos memainkan enam pertandingan ini bersama Juventus, dia akan mencetak lima gol di liga. Saya mengatakan ini dengan jujur,” kata Viviano dikutip dari Football Italia.

Viviano Soroti Potensi Ramos

Menurut Viviano, salah satu kekuatan utama Ramos adalah kemampuannya bermain di dalam kotak penalti. Karakter tersebut membuat penyerang Portugal itu dinilai memiliki potensi untuk menjadi pemain penting dalam skema yang lebih mengandalkan penguasaan bola.

Ramos juga bukan tipe penyerang yang hanya menunggu bola di area pertahanan lawan. Ia dikenal aktif membantu permainan tim, termasuk ketika harus melakukan pressing dan bekerja tanpa bola.

Viviano menilai karakter tersebut dapat memberikan keuntungan bagi Juventus, terutama jika tim mampu membangun permainan dengan penguasaan bola yang lebih baik.

“Mereka perlu meningkatkan penguasaan bola. Jika mereka mampu menguasai bola dengan baik dan mendorong pusat permainan ke area tersebut, Goncalo Ramos tidak terlalu perlu turun membantu mereka di sini dan bisa lebih banyak bermain di area yang menurut saya merupakan kekuatannya,” jelas Viviano

Ramos Dinilai Lebih Berbahaya di Dalam Kotak Penalti

Bagi Viviano, kemampuan Goncalo Ramos di dalam kotak penalti merupakan salah satu aspek yang seharusnya lebih dimaksimalkan. Ketika sebuah tim mampu mengontrol permainan dan lebih sering berada di wilayah pertahanan lawan, Ramos dapat lebih banyak beroperasi di area favoritnya.

Dengan begitu, energinya tidak terlalu banyak terkuras untuk turun membantu membangun serangan dari area yang lebih dalam. Situasi tersebut berpotensi membuat Ramos lebih sering berada di posisi untuk menerima umpan akhir dan mencari peluang mencetak gol.

Dibandingkan dengan Kolo Muani

Viviano juga menyinggung perbedaan karakter antara Ramos dan penyerang Juve saat ini, Randal Kolo Muani. Menurut Viviano, kedua pemain menjalankan tugas yang berbeda di atas lapangan. “Jelas Kolo Muani menjalankan tugas yang berbeda, tetapi Goncalo Ramos kuat di dalam kotak penalti.”

Viviano kemudian mengingatkan bahwa kualitas Ramos bukan hanya terlihat di level klub. Penyerang asal Portugal tersebut juga sudah memperlihatkan kemampuannya bersama tim nasional Portugal, termasuk ketika tampil di Piala Dunia.

Selain kemampuan mencetak gol, Ramos juga memiliki kontribusi dalam fase bertahan. Ia aktif melakukan tekanan kepada lawan dan membantu tim mempertahankan intensitas permainan.

Menurutnya, kerja keras Ramos tanpa bola dapat membantu sebuah tim melakukan pressing pertama dengan lebih agresif sekaligus mempertahankan garis pertahanan yang lebih tinggi.

“Dia sudah menunjukkannya bersama Portugal, termasuk di Piala Dunia. Dia banyak bekerja, dia membantu tim,” jelasnya.

Emiliano Viviano Soroti Gaya Bermain Milan

Dalam komentarnya, Viviano juga membahas AC Milan. Ia berharap Milan bisa tampil lebih dominan ketika menguasai bola di wilayah lawan.

Menurut Viviano, Milan saat ini masih banyak mengandalkan permainan transisi dan serangan vertikal. Ia menilai tim tersebut perlu lebih banyak mengalirkan bola serta meningkatkan dominasi di area permainan lawan.

Ia menambahkan bahwa Milan seharusnya bisa lebih banyak mengontrol permainan melalui sirkulasi bola, bukan hanya mengandalkan transisi cepat.

“Sejujurnya, saya berharap Milan bisa, dan sampai sekarang mereka masih belum melakukannya, lebih dominan di sisi lawan juga. Lebih banyak mengalirkan bola, karena saat ini mereka banyak bermain melalui transisi dan secara vertikal,” urainya.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan