Juventus datang ke Reggio Emilia dengan kepercayaan diri tinggi. Lini serang Bianconeri sedang berada dalam performa impresif, dipimpin oleh Kenan Yildiz yang konsisten menjadi motor permainan ofensif. Kolektivitas Juventus membuat ancaman datang dari berbagai sisi, bukan hanya dari satu pemain.
Catatan pertemuan kedua tim menunjukkan dominasi Juventus. Berdasarkan data FOTMOB, dalam tiga pertemuan terakhir pada musim 2023/2024, Sassuolo selalu menelan kekalahan, baik saat bermain di kandang maupun tandang. Secara keseluruhan, Juventus juga telah mengoleksi 17 kemenangan, sedangkan Sassuolo baru mencatatkan empat kemenangan, dengan tiga laga lainnya berakhir imbang.
Kondisi tersebut diperparah oleh ketajaman Juventus dalam beberapa pekan terakhir. Dalam lima pertandingan terakhir, Si Nyonya Tua mencetak delapan gol tanpa bergantung pada satu sosok. Kenan Yildiz, Weston McKennie, Pierre Kalulu, Ikoma Openda, Juan David, hingga Jonathan David silih berganti mencatatkan namanya di papan skor.
Baca juga: Juventus Imbang dengan Lecce, Atalanta Tekuk Roma
Yildiz menjadi simbol kebangkitan Juventus musim ini. Berdasarkan data Sofa Score, pemain asal Turki itu telah mengoleksi tujuh gol di semua kompetisi sepanjang musim 2025/2026. Selain Yildiz, Dusan Vlahovic yang kini masuk radar transfer Barcelona juga sudah menyumbang enam gol, menegaskan bahwa ancaman Juventus tidak bertumpu pada satu pemain saja.
Sementara itu, Sassuolo masih berjuang memperbaiki konsistensi pertahanan. Sejak Desember 2025 hingga Januari 2026, gawang I Neroverdi kerap kebobolan dan baru satu kali mencatatkan clean sheet di sepanjang musim ini, sebuah catatan yang menjadi pekerjaan rumah jelang menghadapi Juventus.
Dalam situasi tersebut, peran Jay Idzes menjadi krusial. Kepercayaan penuh dari pelatih Fabio Grosso menempatkannya sebagai figur sentral di jantung pertahanan Sassuolo. Kemampuannya mengorganisasi lini belakang, membaca pergerakan lawan, serta menjaga ketenangan akan sangat menentukan.
Laga di Stadion Mapei ini bukan sekadar perebutan poin. Bagi Jay Idzes, pertandingan melawan Juventus menjadi momen penting untuk menunjukkan kepemimpinan dan ketangguhan, sekaligus membawa nama Indonesia bersaing di level tertinggi sepak bola Italia. (Victor Rodam)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News