Menurut Gasperini, tim asuhan Como telah membuktikan kualitasnya dalam beberapa tahun terakhir dan layak mendapat apresiasi atas pencapaian yang diraih. Gasperini menilai Como bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata.
Gasperini Akui Kualitas Como di Bawah Arahan Fabregas
Gasperini menegaskan bahwa perkembangan Como bukanlah sesuatu yang mengejutkan. Hasil yang mereka raih dalam beberapa musim terakhir menjadi bukti bahwa tim asuhan Fabregas memiliki fondasi kuat untuk bersaing di level tertinggi.“Tim Fabregas telah membuktikan diri melalui hasil yang mereka raih dalam beberapa tahun terakhir. Jadi, tidak ada hal baru yang perlu kita temukan. Mereka pantas mendapatkan semua pujian yang diterima,” ujar Gasperini.
Ia juga menilai Como sebagai tim berkualitas yang mampu menantang klub-klub papan atas. Penilaian tersebut menunjukkan bahwa AS Roma perlu mempersiapkan diri dengan serius jika ingin meraih hasil maksimal dalam pertandingan nanti.
Bagi Gasperini, menghadapi Como bukan sekadar soal meredam satu atau dua pemain. Roma harus mampu mengantisipasi kualitas permainan kolektif serta fleksibilitas taktik yang menjadi salah satu kekuatan tim besutan Fabregas.
Gasperini Waspadai Fleksibilitas Taktik Como
Salah satu aspek yang mendapat perhatian Gasperini adalah kemampuan Como mengubah pendekatan taktik selama pertandingan. Ia menilai tim asuhan Fabregas memiliki fleksibilitas untuk menggunakan sistem permainan yang berbeda sesuai kebutuhan.Gasperini mengungkapkan bahwa dalam dua pertemuan sebelumnya, Como sempat menggunakan formasi dengan tiga bek pada babak pertama pertandingan pertama sebelum melakukan perubahan. Roma sendiri memiliki kemampuan untuk melakukan penyesuaian serupa.
Hal tersebut membuat duel kedua tim berpotensi menghadirkan pertarungan strategi yang menarik, terutama ketika masing-masing pelatih mencoba membaca dan mengantisipasi pergerakan lawan. “Como, seperti kami, bisa bermain dengan cara yang berbeda. Dalam dua pertandingan yang kami jalani melawan mereka, Como menggunakan tiga bek pada babak pertama laga pertama, kemudian mengubah pendekatannya. Kami juga bisa melakukan perubahan,” ujarnya.
Inter Milan Masih Menjadi Tolok Ukur di Serie A
Selain membahas Como, Gasperini turut memberikan pandangannya mengenai peta persaingan di papan atas. Ia menilai Inter Milan masih sedikit lebih unggul dibandingkan klub-klub lain yang berambisi memperebutkan posisi terbaik.Menurut Gasperini, penilaian tersebut cukup jelas terlihat dari kondisi persaingan saat ini, meskipun jumlah pertandingan yang telah dimainkan masih relatif sedikit. Ia juga menyinggung penampilan Roma ketika menghadapi Inter dan menilai pertandingan tersebut sebagai modal positif yang bisa dikembangkan untuk menghadapi laga-laga berikutnya.
“Kami memainkan pertandingan yang sangat bagus melawan Inter. Menurut saya, itu sangat menggembirakan dan memberikan banyak hal positif. Itulah yang perlu kami jadikan dasar untuk berkembang,” kata Gasperini.
Roma, Como, Juventus, Milan, dan Napoli Bersaing di Belakang Inter
Gasperini menggambarkan persaingan papan atas sebagai kelompok besar yang berusaha mengejar Inter Milan. Selain AS Roma dan Como, ia menyebut Juventus, AC Milan, Napoli, serta Atalanta sebagai tim-tim yang berpotensi bersaing memperebutkan posisi teratas.Menurutnya, klub-klub tersebut memiliki peluang untuk memberikan tekanan kepada Inter, terutama jika pemuncak persaingan itu kehilangan poin dalam sejumlah pertandingan.
“Como, kami sendiri, Juventus, Milan, Napoli, Atalanta, dan mungkin beberapa kejutan lainnya berada dalam kelompok tim di belakang Inter. Mereka bersaing untuk posisi teratas dan berharap Inter sesekali terpeleset,” jelasnya.
Meski demikian, Gasperini mengingatkan bahwa gambaran persaingan tersebut masih bisa berubah. Jumlah pertandingan yang telah dimainkan belum cukup banyak untuk memastikan bagaimana persaingan akan berkembang hingga akhir musim.
Karena itu, setiap pertandingan menjadi penting bagi klub-klub yang ingin menjaga peluang mereka. Roma harus mampu memanfaatkan kesempatan untuk mengumpulkan poin, termasuk ketika menghadapi lawan yang memiliki ambisi serupa seperti Como.