Seperti dilansir Antara dari laman resmi Liga Italia, Jumat 7 April, pelecehan rasial itu terjadi saat Lukaku mencetak gol dari tendangan penalti pada pengujung laga leg pertama semifinal Piala Italia dan membuat Nerazzurri terhindar dari kekalahan.
Setelah itu, Lukaku mendapatkan kartu kuning kedua karena melakukan selebrasi yang bersifat provokatif dengan meletakkan jari di depan bibir, di depan para penggemar tuan rumah. Akibat kartu merah itu, Lukaku juga kena skors satu pertandingan.
Agensi Lukaku, Roc Nation, membela kliennya dan mengatakan bahwa para pesepak bola kulit hitam telah menjadi subyek kebencian pada pertandingan-pertandinga profesional.
"Kebencian tersaji dalam bentuk menirukan suara kera, ejekan-ejekan rasial, dan lemparan kulit pisang kepada pemain-pemain terbaik di dunia, seperti yang dilihat oleh seluruh dunia, disaksikan anak-anak, serta disaksikan oleh keluarga para pemain," demikian pernyataan Roc Nation.
"Tidak seorang pun menghadapi konsekuensi apapun untuk sikap buruk ini. Tidak ada yang berubah. Tidak ada tindakan yang diambil," tambahnya.
Selanjutnya, Federasi sepak bola Italia, FIGC, bakal menggemakan kampanye anti diskriminasi bertajuk "UnitiDagliStessiColori (BersatuMelaluiWarna-warnaYangSama)" pada pertandingan-pertandingan di semua level pada akhir pekan ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News