Frank Lampard. (Foto: AFP/Nigel Roddis)
Frank Lampard. (Foto: AFP/Nigel Roddis)

5 Pelatih Liga Inggris yang Terancam Dipecat Musim Ini

Friko Simanjuntak • 10 September 2022 12:17
Jakarta: Liga Primer Inggris memang kejam. Saat kompetisi musim 2022 -- 2023 baru berjalan sekitar enam pekan, sudah ada dua pelatih yang dipecat oleh klub. Dan beberapa pelatih lain juga terancam mengalami nasib sama apabila gagal memberikan hasil positif untuk klubnya pada musim ini.
 
Scott Parker adalah pelatih pertama yang jadi korban keganasan Liga Primer Inggris. Mantan pemain West Ham dan Tottenham Hotspur itu dipecat dari kursi kepelatihan AFC Bournemouth setelah hanya memimpin klub di empat pertandingan liga. Scott Parker dipecat tiga hari setelah Bournemouth dibantai Liverpool 9-0 pada pekan keempat Liga Primer Inggris, 27 Agustus lalu.
 
Terkini, giliran Thomas Tuchel yang harus lengser dari kursi pelatih Chelsea. Pelatih Jerman yang telah memberikan gelar Liga Champions dan Liga Europa itu dipecat setelah Chelsea takluk dari tuan rumah Dinamo Zagreb 0-1 pada matchday 1 Liga Champions, 6 September 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain kekalahan dari Zagreb, sejatinya penampilan Chelsea di bawah arahan Tuchel sejauh ini tidak terlalu buruk. Di Liga Primer Inggris, dari enam laga yang telah dilakoni, Tuchel menghasilkan tiga kemenangan, satu imbang dan dua kalah.
 
Posisi Chelsea di klasemen sementara juga tidak terlalu buruk. The Blues saat ini bercokol di posisi enam hanya terpaut lima poin dari Arsenal di puncak klasemen.
 
Nasib dari dua pelatih di atas jelas menunjukkan bahwa Liga Inggris adalah kompetisi yang kejam. Setiap pelatih selalu dituntut memberikan hasil yang positif apabila ingin posisinya aman. Hal lain seperti gaya bermain dan kesuksesan yang pernah diberikan seorang pelatih seakan tidak lagi memiliki arti bagi para pemilik klub.
 
Jika kondisinya seperti ini, maka ada beberapa pelatih di Liga Primer Inggris yang berpotensi mengikuti jejak Scott Parker dan Thomas Tuchel, dipecat dari klubnya pada musim ini. Siapa saja mereka?
 
Berikut 5 Pelatih Liga Inggris yang Berpotensi Dipecat Musim Ini:

5. Frank Lampard (Everton)

Tim asuhan Frank Lampard, Everton, belum pernah memenangkan satu pertandingan pun di Liga Primer Inggris musim ini. Dari enam laga, mereka meraih empat hasil imbang dan sudah dua kali menelan kekalahan.
 
Mantan pelatih Chelsea itu ditunjuk sebagai manajer The Toffees pada pertengahan musim lalu. Dan selama kariernya di Goodison Park, Lampard belum menunjukkan perubahan yang signifikan. Pada musim lalu, Everton bahkan nyaris terdegradasi.
 
Statistik Lampard juga tidak terlalu bagus. Sejauh ini dia sudah memimpin 28 pertandingan Everton di semua kompetisi. Hasilnya, ia hanya mampu memberikan 9 kemenangan dan kekalahan sebanyak 13 kali.
 
Jika Everton gagal dibawanya meraih hasil yang signifikan dalam beberapa bulan ke depan, Lampard kemungkinan besar akan dipecat.

4. Bruno Lage (Wolverhampton Wanderers)

Wolverhampton Wanderers mengawali Liga Primer Inggris musim 2022 -- 2023 dengan buruk. Mereka hanya memenangkan satu dari enam pertandingan mereka sejauh ini dan gagal meraih kemenangan dalam lima pertandingan pertama mereka pada musim ini (2 kalah, 3 imbang).
 
Kemenangan pertama baru diraih pada pekan keenam, yakni ketika mengalahkan Southampton 1-0 pada 3 September. Faktanya, itu adalah kemenangan pertama Wolves dalam 13 pertandingan Liga Primer, atau sejak April ketika mengalahkan Aston Villa 2-1 pada musim lalu.
 
Satu lagi yang membuat pendukung kecewa dengan Bruno Lage adalah produktivitas gol Wolves yang sangat buruk pada musim ini. Dari enam pertandingan, Wolves baru mencetak tiga gol yang kemudian membuat pendukung gerah dan mulai menyuarakan untuk adanya perubahan di kursi pelatih.
 
Masa depan Bruno Lage di kursi pelatih Wolves kemungkinan akan ditentukan dalam dua pertandingan ke depan, di mana Wolves akan bertandang ke markas Liverpool (10/9) dan menjamu Manchester City (17/10). Andai gagal meraih hasil positif di dua laga tersebut, besar kemungkinan Bruno Lage akan jadi korban pemecatan.

3. Steven Gerrard (Aston Villa)

Aston Villa telah mendatangkan beberapa pemain berkualitas untuk mendukung manajer mereka Steven Gerrard pada musim ini. Sayangnya, legenda hidup Liverpool itu belum mampu memberikan hasil yang diharapkan dan membuat dirinya kini dalam tekanan.
 
Villa memulai kompetisi Liga Primer Inggris musim ini dengan buruk. Dari enam laga mereka baru sekali meraih kemenangan dan kini berada di posisi 17 klasemen sementara, alias satu strip di atas zona degradasi.
 
Gerrard memang sedikit memberikan harapan ketika berhasil menahan imbang Manchester City pada laga terakhirnya akhir pekan lalu, yang sekaligus mengakhiri rentetan tiga kekalahan beruntun The Villans. Namun, apabila dalam beberapa pekan ke depan ia gagal memberikan hasil yang positif, bukan tak mungkin ia akan kehilangan pekerjaannya.

2. Brendan Rodgers (Leicester City)

Sebagai salah satu kuda hitam yang pernah mengguncang Liga Inggris dengan tampil sebagai juara pada 2015 -- 2016, tentunya sangat menyedihkan melihat Leicester City saat ini terjerembab di posisi 20 klasemen sementara.
 
Brendan Rodgers menjadi sosok yang paling bertanggung jawab atas kemerosotan Leicester sejauh ini. Dalam enam pertandingan, eks pelatih Liverpool itu baru memberikan satu poin, usai bermain imbang lawan Brentford di laga pembuka. Selebihnya, dalam lima laga terakhir The Foxes selalu kalah. Teranyar, mereka dipermalukan Brighton dengan skor mencolok 2-5.
 
Strategi yang buruk di bursa transfer jadi salah satu faktor yang membuat Leicester terperosok musim ini. Selama bursa transfer musim panas, mereka hanya menggelontorkan dana 15,3 juta poundsterling untuk merekrut Wout Faes. Di saat bersamaan, mereka kehilangan beberapa pemain terbaiknya seperti Wesley Fofana (ke Chelsea) dan Kasper Schmeichel yang bergabung ke Nice.
 
Rodgers memang boleh mengatakan bahwa hasil buruk yang diraih Leicester sejauh ini dikarenakan ia tidak mendapat dukungan terkait transfer pemain. Tapi, pada akhirnya adalah jabatannya yang jadi pertaruhan. Jika tak mampu memberikan hasil positif dalam waktu dekat, pemecatan hanya tinggal menunggu waktu buat Rodgers.

1. Juergen Klopp (Liverpool)

Di era sepakbola modern saat ini, sesuatu hal bisa berubah dengan sangat cepat. Thomas Tuchel yang membawa Chelsea meraih kejayaan di Liga Champions setahun lalu, harus menerima pil pahit dipecat dari kursi pelatih hanya karena penampilan goyah Chelsea di awal musim ini.
 
Jadi, posisi Juergen Klopp di musim ini pun bisa dikatakan tidak aman. Apalagi, apabila kita membandingkan performa Liverpool dan Chelsea sejauh ini. Di musim ini, performa Liverpool bisa dikatakan lebih buruk dari Chelsea.
 
Klopp baru memberikan dua kemenangan dari enam laga awal Liga Primer Inggris musim ini. Mereka saat ini berada di posisi tujuh klasemen dengan koleksi 9 poin, satu tingkat di bawah Chelsea. Teranyar, Liverpool juga dipermalukan klub Italia, Napoli dengan skor 1-4 pada matchday 1 Liga Champions (8/9).
 
Performa buruk Liverpool di awal musim ini semakin diperkuat dengan mitos “kutukan tahun ketujuh” yang dialami Klopp. Seperti diketahui Klopp berpisah dengan Borussia Dortmund (yang mengalami penurunan) pada tahun ketujuhnya. Pun demikian dengan Mainz yang terdegradasi di musim ketujuh Klopp bertindak sebagai pelatih. Entah kebetulan atau tidak, musim ini menjadi musim ketujuh Klopp duduk di kursi pelatih Liverpool.
 
Saat ini, memang sulit untuk mengatakan bahwa Klopp berada dalam bayang-bayang pemecatan. Terlebih apabila kita menengok ke belakang di mana Klopp sangat berjasa membawa Liverpool kembali ke habitatnya sebagai klub yang disegani di Eropa dan Inggris berkat torehan gelar Liga Champions (2018 -- 2019) dan Liga Primer Inggris di musim berikutnya (2019 -- 2020).
 
Akan tetapi, jika di musim ini ia tak mampu mendongkrak performa Liverpool seperti yang diharapkan pendukung dan juga pemilik klub, maka, jangan kaget apabila "kutukan tahun ketujuh" akan kembali menghantui Klopp di akhir musim nanti.
 
(ASM)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif