Brighton akan menjamu Crystal Palace di Amex Stadium pada Minggu, 18 Oktober 2026. Pertandingan ini hadir ketika kedua tim sama-sama membawa ambisi besar, tetapi dengan modal yang berbeda.
Brighton sedang menikmati awal musim yang positif di bawah Fabian Hürzeler. Sementara itu, Crystal Palace berusaha menjaga momentum setelah mencatat pencapaian bersejarah dalam beberapa musim terakhir, termasuk keberhasilan meraih trofi domestik dan Eropa.
Laporan ESPN menyoroti bagaimana rivalitas kedua klub kembali hadir dengan dimensi baru. Persaingan yang dahulu menguat karena bentrokan di lapangan kini juga diwarnai perbedaan filosofi, perkembangan klub, dan tuntutan untuk meraih prestasi.
Mengapa Brighton dan Crystal Palace Bermusuhan?
Hal yang membuat rivalitas Brighton dan Crystal Palace berbeda adalah jarak geografis kedua klub. Amex Stadium di Brighton dan Selhurst Park di London selatan terpisah sekitar 45 mil atau lebih dari 70 kilometer.
Jarak tersebut tidak menghalangi kedua kubu untuk membangun persaingan sengit. Duel mereka kerap disebut M23 Derby, merujuk pada jalan tol M23 yang menghubungkan kawasan London dengan Sussex. Sebutan A23 Derby juga terkadang digunakan.
Rivalitas ini semakin panas pada pertengahan 1970-an, ketika Brighton dan Palace sama-sama berjuang menembus kasta tertinggi sepak bola Inggris. Pertemuan mereka pada musim 1976-1977, termasuk dalam Piala FA, memperbesar ketegangan yang kemudian melekat pada kedua klub.
Perseteruan juga melibatkan dua manajer yang menjadi tokoh penting dalam sejarah rivalitas tersebut, yakni Alan Mullery dari Brighton dan Terry Venables dari Crystal Palace. Ketegangan di antara keduanya turut memperkuat atmosfer panas setiap kali kedua tim bertemu.
Julukan kedua klub ikut menjadi bagian dari identitas persaingan. Brighton dikenal sebagai The Seagulls, sedangkan Crystal Palace menggunakan julukan The Eagles. Kini, duel keduanya menjadi salah satu pertandingan yang paling dinantikan oleh para pendukung masing-masing klub.
Rivalitas Baru: Konsistensi Brighton vs Trofi Crystal Palace
Persaingan Brighton dan Palace semakin menarik karena keduanya berkembang melalui pendekatan yang berbeda.
Brighton membangun reputasi sebagai klub yang mengandalkan perekrutan berbasis data, pengembangan pemain, serta kesinambungan dalam membangun tim. Mereka beberapa kali mampu kehilangan pemain penting dan tetap kompetitif di Premier League.
Model tersebut membuat Brighton mendapat pengakuan sebagai klub yang mampu bersaing tanpa harus mengandalkan belanja pemain sebesar klub-klub elite Inggris.
Namun, Crystal Palace juga memiliki alasan kuat untuk percaya diri. Klub berjuluk The Eagles itu berhasil menorehkan prestasi besar dalam periode 2025 hingga 2026, termasuk meraih trofi yang sebelumnya sulit dijangkau.
Pencapaian tersebut memberikan dimensi baru dalam persaingan kedua klub. Brighton memiliki reputasi sebagai klub yang terorganisasi dan konsisten, sedangkan Palace bisa membanggakan keberhasilan mengubah momentum menjadi trofi.
Situasi ini membuat rivalitas mereka tidak lagi hanya berkutat pada sejarah dan gengsi lokal. Keduanya juga bersaing untuk membuktikan pendekatan mana yang lebih efektif dalam membawa klub berkembang dan meraih prestasi.
Brighton Datang dengan Modal Positif
Brighton memiliki modal yang cukup menjanjikan menjelang pertandingan kali ini. Mereka hanya menelan satu kekalahan dalam enam pertandingan awal Premier League musim 2026-2027 dan berada di kelompok atas klasemen.
Tim asuhan Hürzeler juga sedang menikmati tren positif di liga. Kemenangan beruntun membuka peluang bagi Brighton untuk melanjutkan awal musim yang kuat sekaligus menjaga posisi mereka dalam persaingan menuju zona kompetisi Eropa.
Brighton baru saja meraih kemenangan meyakinkan atas FK Kauno Žalgiris di Conference League. Hasil tersebut menjadi tambahan kepercayaan diri sebelum menghadapi rival mereka dari London selatan.
Meski demikian, pertandingan derbi memiliki tekanan berbeda. Performa bagus di atas kertas tidak selalu menjamin kemenangan, terutama ketika menghadapi lawan yang memiliki motivasi besar untuk menggagalkan ambisi rivalnya.
Crystal Palace Berusaha Bangkit
Crystal Palace datang ke Amex Stadium dengan pekerjaan rumah setelah kalah 2-3 dari Lyon di Liga Europa. Hasil tersebut menjadi pukulan dalam perjalanan mereka di kompetisi Eropa dan membuat pertandingan melawan Brighton semakin penting.
Palace tentu tidak ingin kekalahan di Eropa berlanjut ke Premier League. Selain membutuhkan poin untuk memperbaiki posisi di klasemen, kemenangan atas Brighton juga memiliki nilai emosional tersendiri bagi para pendukung.
Dalam pertandingan seperti ini, motivasi dan disiplin taktik bisa menjadi faktor penentu. Palace perlu menjaga organisasi pertahanan sekaligus memanfaatkan peluang ketika Brighton kehilangan bola.
The Eagles juga memiliki modal dari pertemuan-pertemuan sebelumnya. Menurut catatan Sports Mole, Crystal Palace sedang mengincar pertandingan kelima secara beruntun tanpa kekalahan melawan Brighton.
Catatan tersebut menunjukkan bahwa meski Brighton tengah tampil konsisten, Palace tetap memiliki kemampuan untuk menyulitkan rivalnya.
Head to Head Brighton vs Crystal Palace
Rivalitas Brighton dan Crystal Palace sudah menghasilkan lebih dari satu abad pertemuan di berbagai kompetisi.
Berdasarkan catatan Sports Mole menjelang pertandingan Oktober 2026, kedua klub telah bertemu 145 kali. Crystal Palace meraih 54 kemenangan, Brighton mengoleksi 50 kemenangan, sedangkan 41 pertandingan lainnya berakhir imbang.
Angka tersebut menunjukkan bahwa persaingan kedua klub relatif ketat. Palace memang unggul tipis dalam jumlah kemenangan, tetapi selisihnya belum cukup besar untuk menjadikan salah satu tim sebagai favorit mutlak berdasarkan sejarah pertemuan saja.
Dengan kondisi Brighton yang sedang menanjak dan Palace yang ingin merespons hasil kurang memuaskan di Eropa, duel kali ini berpotensi berlangsung sengit. Selain poin klasemen, gengsi sebagai penguasa M23 Derby juga menjadi taruhan bagi kedua tim.