Ekspresi kecewa para pemain Bournemouth seusai menaklukkan Everton. (CATHERINE IVILL / POOL / AFP)
Ekspresi kecewa para pemain Bournemouth seusai menaklukkan Everton. (CATHERINE IVILL / POOL / AFP)

Bournemouth Bisa Tuntut Liga Inggris atas Kesalahan Hawk-Eye

Olahraga liga inggris
Kautsar Halim • 28 Juli 2020 19:30
London: Bournemouth dikabarkan bisa menuntut operator Liga Primer Inggris atas teknologi Hawk-Eye yang tidak berfungsi dengan baik di salah satu pertandingan rivalnya. Sebab, insiden bisa saja sebagai salah satu penyebab The Cherries terdegradasi.
 
Hawk-Eye yang pertamakali diperkenalkan pada 2013 itu merupakan teknologi sejumlah kamera untuk membantu pandangan wasit di lapangan. Dengan begitu, wasit bisa mengambil keputusan dengan tepat apabila pandangannya terhalang atau kurang jelas.
 
Namun, teknologi itu tidak berfungsi ketika Aston Villa bermain imbang tanpa gol dengan Sheffield United pada Rabu 17 Juni lalu. Saat itu, wasit malah menganulir gol tendangan bebas Sheffield yang ditangkap kiper Villa tipis di dalam garis gawang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Wasit memutuskan untuk menganulir gol tersebut karena mendapat informasi bahwa tujuh kamera Hawk-Eye di Stadion Villa Park rusak. Kemudian, pandangannya juga terganggu dengan banyaknya pemain yang berkumpul di mulut gawang.
 
Hasil berbagi poin tersebut menjadi merugikan Bournemouth pada akhir musim. Pasalnya, The Cherries jadi terdegradasi dengan berselisih 1 poin dengan Villa yang finis di urutan 17 atau zona aman terbawah.
 
Bournemouth sudah tampil menawan untuk mencari tambahan 3 poin dengan mempermalukan Everton 1-3 pada laga pamungkas. Sedangkan Villa kembali bermain imbang dengan West Ham United. Jika tidak mendapat tambahan 1 poin saat menjamu Sheffield, Villa dipastikan berada di posisi Bournemouth saat ini karena kalah selisih gol.
 
The Telegraph mengabarkan bahwa keputusan atas hasil Liga Primer Inggris bakal sulit diubah. Namun, Bournemouth bisa saja mendapat kompensasi atas insiden Hawk-Eye tersebut. Sementara itu, pengacara olahraga Nick De Marco mendukung Bournemouth mengambil jalur hukum.
 
"Tuntutan seperti itu memang belum pernah terjadi sebelumnya. Tapi, semuanya tergantung dengan keadaan yang terjadi. Bisa saja itu menjadi klaim yang baik," kata De Marco kepada The Telegraph.

 

(KAH)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif