Manchester City takluk di City Ground, Minggu 7 November dini hari WIB. Hasil tersebut memperpanjang tren negatif The Citizens yang kini menelan tiga kekalahan beruntun di Premier League.
Nottingham Forest langsung memanfaatkan kelemahan pertahanan tim tamu. Jair Cunha membuka keunggulan tuan rumah pada menit ke-6 setelah merebut bola dari Josko Gvardiol.
Liam Delap kemudian menggandakan keunggulan Forest pada menit ke-18. Penyerang tersebut memanfaatkan kesalahan penguasaan bola Manchester City sebelum melakukan penetrasi dan menaklukkan Gianluigi Donnarumma.
Manchester City baru mampu memperkecil ketertinggalan pada menit ke-52 melalui gol Rayan Cherki. Namun, Delap kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-73 sekaligus memastikan kemenangan 3-1 bagi Nottingham Forest.
Maresca Akui Manchester City Kehilangan Intensitas
Maresca tidak menutupi kekecewaannya terhadap penampilan Manchester City, terutama pada babak pertama. Menurut dia, timnya gagal mengimbangi intensitas permainan Nottingham Forest dan terlalu sering kalah dalam perebutan bola.
"Pada babak pertama, ketika Anda tidak mampu menyamai intensitas lawan dan kalah dalam semua duel, situasinya menjadi sulit. Ketika kami mencoba bereaksi, semuanya sudah terlambat," ujar Maresca seperti dikutip NBC Sports.
Pelatih asal Italia itu juga menilai Manchester City tidak cukup baik dalam memenangi duel perebutan bola kedua atau second ball. Kondisi tersebut membuat Forest leluasa memanfaatkan kesalahan lawan untuk melancarkan serangan balik.
Maresca kemudian menguraikan tiga gol yang bersarang di gawang timnya. Gol pertama, menurut dia, terjadi ketika City berusaha membangun serangan dari belakang. Sementara gol kedua dan ketiga berawal dari kegagalan pemainnya memenangi duel.
"Gol pertama merupakan konsekuensi dari cara kami ingin bermain dan membangun serangan. Hal seperti itu bisa terjadi. Pada gol kedua, kami kalah duel di tengah lapangan. Gol ketiga juga terjadi karena kami kalah duel di dekat kotak penalti mereka," katanya.
Guéhi dan Gvardiol Diganti karena Cedera
Sorotan lain dalam pertandingan tersebut adalah keputusan Maresca menarik Marc Guéhi dan Josko Gvardiol saat turun minum. Kedua pemain bertahan itu digantikan Nico O'Reilly dan Matheus Nunes.
Pergantian tersebut sempat memunculkan pertanyaan karena Guéhi dan Gvardiol terlibat dalam sejumlah situasi yang berujung pada gol Nottingham Forest.
Namun, Maresca menjelaskan bahwa pergantian keduanya berkaitan dengan masalah kebugaran. Guéhi meminta ditarik keluar karena mengalami cedera, sedangkan Gvardiol sudah merasakan gangguan fisik dalam beberapa hari sebelum pertandingan.
Meski demikian, Maresca tetap mengakui penampilan Manchester City pada babak pertama masih jauh dari harapan.
Persoalan pertahanan City memang menjadi perhatian. Menurut catatan NBC Sports, Manchester City telah kebobolan dalam delapan pertandingan terakhirnya. Dalam periode 27 hari tersebut, mereka kemasukan total 18 gol di berbagai kompetisi.
Tiga Kekalahan Beruntun, Maresca Tak Ingin Panik
Kekalahan dari Nottingham Forest menjadi yang ketiga secara beruntun bagi Manchester City di Premier League. Sebelumnya, mereka takluk dari Aston Villa dan Brighton.
Catatan tersebut sekaligus menjadi rangkaian tiga kekalahan liga beruntun pertama Manchester City sejak November-Desember 2024.
Maresca mengakui timnya harus segera menemukan solusi. Namun, dia menegaskan tidak ingin bereaksi secara berlebihan terhadap situasi tersebut.
"Kami memenangkan tujuh pertandingan pertama, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sekarang kami kalah tiga kali beruntun. Itulah sepak bola," kata Maresca.
Dia juga menilai proses membangun pemahaman dengan para pemain masih membutuhkan waktu. Maresca mengaku baru bekerja bersama skuad Manchester City selama tiga hingga empat bulan.
Jeda internasional menjadi kesempatan bagi Manchester City untuk mengevaluasi persoalan tersebut. Maresca berharap timnya bisa memahami penyebab penurunan performa dan memperbaikinya sebelum kembali bertanding.
Bagi The Citizens, pekerjaan rumah terbesar bukan hanya mengembalikan ketajaman lini serang, tetapi juga membenahi organisasi pertahanan agar kesalahan serupa tidak terus berulang.