Alejandro Garnacho yang kini membela Chelsea tertangkap memberikan reaksi yang dinilai menyiratkan rasa senang atas nasib buruk pelatih asal Portugal tersebut.
Pemain berusia 21 tahun itu kedapatan menyukai unggahan jurnalis Fabrizio Romano di Instagram yang mengabarkan pemecatan Amorim pada Senin waktu setempat. 'Like' Garnacho di media sosial tersebut memunculkan spekulasi bahwa hubungan mereka memang tak harmonis meski Garnacho telah angkat kaki dari Old Trafford.

Garnacho resmi bergabung dengan Chelsea pada bursa transfer musim panas lalu dengan nilai mencapai 40 juta poundsterling atau sekitar Rp800 miliar. Kepindahan itu tak lepas dari memburuknya hubungan dengan Amorim. Ketegangan mulai terasa hanya sebulan setelah Amorim datang, ketika Garnacho secara mengejutkan tak masuk dalam skuad Derby Manchester.
| Baca juga: 7 Fakta Usai Manchester United Pecat Ruben Amorim |
Konflik memuncak di penghujung musim lalu. Garnacho hanya menjadi penghangat bangku cadangan saat MU takluk dari Tottenham Hotspur di final Liga Europa. Seusai laga, ia tak menutupi rasa kecewanya di hadapan media.
"Sampai final saya bermain di setiap babak membantu tim, dan hari ini saya hanya main 20 menit. Saya tidak tahu. Final ini akan memengaruhi keputusan saya," ujar Garnacho kala itu.
Masuk daftar pemain 'buangan'
Sejak momen itu, Garnacho masuk dalam kelompok pemain yang tersisih atau dikenal sebagai “bomb squad” di Carrington. Ia berada satu daftar dengan nama-nama seperti Marcus Rashford, Jadon Sancho, Tyrell Malacia, dan Antony, pemain yang dinilai tak masuk dalam rencana Amorim ke depan.
Perselisihan keduanya tak hanya berkutat pada persoalan menit bermain. Garnacho juga sempat mendapat hukuman mentraktir makan malam seluruh tim setelah langsung menuju lorong ganti usai ditarik keluar sebelum turun minum karena pertimbangan taktis.
Walau sempat dimaafkan, rangkaian insiden tersebut menjadi latar belakang yang membuat Garnacho kini terkesan “merayakan” kepergian Amorim dari kejauhan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News