Gerrard menceritakan pengalaman tersebut dalam program The Overlap Daily. Ia menyebut Bayern menjadi salah satu klub yang menjajaki kemungkinan merekrutnya ketika gelandang Jerman, Bastian Schweinsteiger, bersiap meninggalkan klub pada 2015.
Selain Bayern, Gerrard juga mengungkapkan adanya ketertarikan dari Real Madrid dan Inter Milan. Kedua klub tersebut sempat dikaitkan dengannya ketika Jose Mourinho menangani mereka.
Namun, peluang merasakan pengalaman baru di luar Inggris tidak cukup membuat Gerrard meninggalkan Liverpool. Ia merasa masih menikmati sepak bola bersama klub yang telah dibelanya sejak awal karier profesional.
“Saya mendapat ketertarikan dari beberapa klub luar negeri, dan sebagian besar melalui Jose Mourinho,” ujar Gerrard, dikutip dari laporan Stats Perform yang dipublikasikan pada Selasa (20/10/2026).
“Inter, Real Madrid pada beberapa kesempatan, dan menjelang akhir karier saya, ada beberapa pembicaraan dengan agen saya ketika Schweinsteiger akan meninggalkan Bayern pada 2015,” lanjutnya.
Gerrard mengakui ketertarikan klub-klub besar tersebut merupakan sebuah kehormatan. Namun, ia menegaskan bahwa saat itu dirinya tidak benar-benar mempertimbangkan untuk meninggalkan Liverpool.
“Saya tidak terlalu tertarik karena saat itu saya memang tidak akan meninggalkan Liverpool. Saya menikmati sepak bola di bawah asuhan Brendan Rodgers,” katanya.
Bayern Munich Melirik Gerrard pada 2015
Ketertarikan Bayern kepada Gerrard muncul pada periode penting dalam perjalanan karier sang gelandang. Pada 2015, Liverpool tengah memasuki fase akhir kebersamaan dengan kapten ikoniknya tersebut.
Bayern sendiri sedang bersiap kehilangan Schweinsteiger, salah satu gelandang penting dalam sejarah klub. Situasi itu membuat nama Gerrard masuk dalam pembicaraan terkait kemungkinan perekrutan pemain berpengalaman untuk memperkuat lini tengah.
Meski demikian, pengakuan Gerrard mengenai pembicaraan dengan agennya tidak serta-merta membuktikan bahwa Bayern telah mengajukan tawaran resmi. Gerrard hanya menjelaskan adanya ketertarikan dan komunikasi yang berlangsung pada periode tersebut.
Pada akhirnya, Gerrard tidak pindah ke Bayern. Ia mengakhiri pengabdiannya di Liverpool setelah 17 tahun memperkuat tim utama, sebelum melanjutkan karier sebagai pemain profesional bersama LA Galaxy di Amerika Serikat.
Gerrard Tak Menyesal Tolak Klub Elite Eropa
Gerrard juga menyinggung bagaimana pandangannya terhadap keputusan tersebut ketika melihat pemain-pemain Inggris seperti Jude Bellingham dan Harry Kane meraih kesuksesan di luar negeri.
Bellingham membangun karier di Real Madrid, sedangkan Kane melanjutkan kiprahnya bersama Bayern Munich. Keduanya menjadi contoh pemain Inggris yang mampu meraih prestasi bersama klub elite Eropa di luar Premier League.
Gerrard mengakui keberhasilan para pemain tersebut terkadang membuatnya kembali memikirkan keputusan yang pernah diambilnya. Meski demikian, ia tidak menganggap pilihannya bertahan di Liverpool sebagai sesuatu yang keliru.
“Ketika melihat pemain seperti Jude Bellingham dan Harry Kane meraih banyak trofi bersama klub luar negeri, hal itu memang membuat saya berpikir kembali,” ujar Gerrard.
“Tetapi, saya tidak menyesali keputusan yang saya buat. Tidak ada penyesalan,” tegasnya.
Pencapaian Gerrard Bersama Liverpool
Gerrard menghabiskan 17 musim bersama tim utama Liverpool dan mencatatkan 710 penampilan dengan torehan 186 gol. Ia turut mempersembahkan delapan trofi, termasuk Liga Champions 2004/2005 yang dikenang lewat kemenangan dramatis Liverpool atas AC Milan di final Istanbul.
Selain gelar Liga Champions, Gerrard membantu Liverpool meraih dua Piala FA, tiga Piala Liga Inggris, satu Piala UEFA yang kini dikenal sebagai Liga Europa, dan satu Piala Super Eropa.
Satu pencapaian besar yang tidak berhasil diraihnya bersama Liverpool adalah gelar Premier League. Meski demikian, kontribusi dan loyalitasnya menjadikan Gerrard salah satu figur paling ikonik dalam sejarah klub Merseyside tersebut.