Suporter Brighton & Hove Albion. (Glyn KIRK / AFP)
Suporter Brighton & Hove Albion. (Glyn KIRK / AFP)

Liga Primer Inggris 2021--2022

Crystal Palace vs Brighton Berakhir Ricuh dan Tanpa Pemenang

Olahraga liga inggris Crystal Palace Brighton & Hove Albion
Kautsar Halim • 28 September 2021 11:39
Jakarta: Pertandingan penutup pekan keenam Liga Primer Inggris 2021--2022 yang mempertemukan Crystal Palace dengan Brighton & Hove Albion berakhir ricuh. Itu bermula setelah Brighton sebagai tim tamu bisa menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada pengujung laga.
 
Bertanding di Stadion Selhurst Park, Selasa 28 September dini hari WIB, Palace sejatinya mampu unggul lebih dulu lewat tendangan penalti Wilfried Zaha pada menit 45+2 setelah Leandro Trossard menjatuhkan Conor Gallagher di kotak terlarang.
 
Tapi keunggulan tersebut malah sirna menjelang laga berakhir atau tepatnya pada menit 90+5. Saat itu, Neal Maupay sukses mencetak gol penyeimbang setelah menerima umpan lambung Joel Veltman dan memperdaya kiper Palace Guaita dari tepi kotak penalti.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tidak lama kemudian, wasit meniup peluit panjang berakhirnya laga dan kericuhan pun bermula dari adu mulut antara Maupay dengan Zaha yang menular kepada suporter kedua tim. Situasi sekitar torowongan ruang ganti makin kacau dengan aksi para suporter yang saling ejek.
 
Menurut laporan BBC Sports, suporter Brighton juga menghancurkan papan iklan dan melempar suar biru ke lapangan untuk merayakan gol penyeimbang tim kesayangannya. Merespons itu, pelatih Brighton Graham Potter malah menganggap hal itu wajar terjadi.
 
"Pasti ada gairah dan emosi atas gol yang Anda harapkan itu. Tapi semua orang baik-baik saja di sini, meski tidak ada pengamanan ketat dan terjadi aksi intimidasi," kata Potter yang menahan diri masuk ke ruangan ganti karena jalan ke terowongan dipenuhi suporter.
 
Maupay memang melakukan intimidasi ketika melakukan selebrasi gol dengan menutup telinga di depan pada pendukung Palace. Tapi menurutnya, Zaha juga mengintimidasi suporter Brighton ketika merayakan gol pembuka The Eagles. Aksi ricuh tersebut juga dianggap wajar oleh Maupay.
 
"Sepak bola tidak ada artinya tanpa suporter dan keterlibatan pemain. Suasananya sangat sulit ketika saya mencetak gol karena setelah itu saya melihat Zaha dan tersenyum kepadanya. Sebab ketika dia mencetak gol, dia juga merayakan itu dengan mengintimidasi fans kami," kata Maupay.
 
"Saya tidak akan mengungkapkan apa yang tadi saya katakan kepada Zaha karena Anda pasti tahu sendiri apa yang kadang-kadang para pemain lakukan di lapangan. Kadang-kadang memperolok lawan itu perlu dan tadi adalah waktu yang untuk melakukan sesuatu," tambahnya.
 
Hasil berbagi poin membuat The Seagulls--julukan Brighton gagal memuncaki klasemen sementara liga tertinggi Inggris yang belum pernah mereka lakukan lagi dalam 120 tahun terakhir. Sementara itu, Palace juga harus terima turun ke posisi 15. (bbc.com)
 
(KAH)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif