Laporan Daily Mail menyebut Crystal Palace telah mengarah pada keputusan untuk memecat Sage. Kekalahan 1-3 dari Liverpool di Selhurst Park, Minggu, 8 November 2026, semakin memperbesar tekanan terhadap sang pelatih.
Situasi tersebut membuat jeda internasional November menjadi momentum penting bagi masa depan Sage. Crystal Palace kini terpuruk di dasar klasemen sementara dengan koleksi tujuh poin dari 10 pertandingan.
Kekalahan dari Liverpool sekaligus memperpanjang catatan buruk The Eagles menjadi empat kekalahan beruntun di Premier League. Mereka hanya mampu meraih dua kemenangan sejauh musim ini.
Thomas Frank Masuk Kandidat Pengganti Pierre Sage
Seiring meningkatnya tekanan terhadap Sage, sejumlah nama mulai dikaitkan dengan kursi manajer Crystal Palace. Thomas Frank menjadi salah satu kandidat yang mendapat perhatian.
Mantan manajer Brentford dan Tottenham Hotspur itu disebut Daily Mail berada di posisi terdepan dalam persaingan menggantikan Sage. Frank sebelumnya membangun reputasi positif bersama Brentford sebelum menerima pekerjaan di Tottenham.
Namun, Frank bukan satu-satunya nama yang masuk dalam pembicaraan. Sean Dyche juga disebut sebagai kandidat potensial. Bahkan, sejumlah laporan dan bursa calon manajer menempatkan mantan pelatih Everton dan Nottingham Forest tersebut sebagai salah satu pilihan terkuat.
Frank sendiri masih berstatus tanpa klub setelah berpisah dengan Tottenham pada Februari 2026. Pengalamannya di Premier League membuat namanya kembali diperhitungkan untuk menangani Crystal Palace.
Kekalahan dari Liverpool Perburuk Posisi Sage
Tekanan terhadap Sage semakin besar setelah Crystal Palace takluk 1-3 dari Liverpool. Bermain di hadapan pendukung sendiri, The Eagles kesulitan mengimbangi permainan tim tamu.
Liverpool membuka keunggulan melalui Alexis Mac Allister pada menit ke-40. Florian Wirtz kemudian menggandakan skor sembilan menit setelah babak kedua dimulai.
Alexander Isak memastikan kemenangan Liverpool lewat gol pada menit ke-89. Crystal Palace hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui penalti Eddie Nketiah pada masa tambahan waktu.
Hasil tersebut membuat Crystal Palace turun ke posisi ke-20 klasemen dengan tujuh poin. Sebaliknya, Liverpool naik ke peringkat keempat dengan koleksi 18 poin dari 10 pertandingan.
Pierre Sage Masih Yakin Bisa Bertahan
Meski posisinya terancam, Sage belum menunjukkan tanda-tanda menyerah. Pelatih berusia 47 tahun itu menegaskan masih memiliki keyakinan terhadap kemampuannya untuk memperbaiki keadaan.
"Saya 100 persen ingin tetap menangani tim. Saya selalu percaya kepada diri sendiri," ujar Sage ketika ditanya mengenai keinginannya bertahan setelah jeda internasional.
Sage juga mengakui Crystal Palace belum mampu mengubah hasil kerja mereka dalam latihan menjadi performa dan hasil pertandingan yang diharapkan.
Menurutnya, tim harus memperbaiki efektivitas dalam bertahan maupun menyerang serta menunjukkan daya saing yang lebih baik.
"Saya fokus pada pekerjaan dan mencari solusi. Saya senang bergabung dengan klub ini, tetapi saat ini hasil yang kami dapatkan belum sesuai harapan," kata Sage.
Sage bergabung dengan Crystal Palace pada Juni 2026 dengan kontrak berdurasi tiga tahun. Ia datang setelah mencatat keberhasilan bersama Lens, termasuk membawa klub tersebut finis sebagai runner-up Ligue 1 dan menjuarai Coupe de France.
Kini, masa depannya di Selhurst Park bergantung pada keputusan manajemen klub. Jeda internasional November berpotensi menjadi periode penentuan, sementara nama Thomas Frank dan Sean Dyche mulai mengemuka sebagai calon pengganti.