Pemain yang dijuluki "Cold Palmer" ini telah resmi mendaftarkan selebrasi gol khasnya "ice cold" serta julukan namanya sebagai merek dagang atau trademark terdaftar.
Melalui langkah hukum ini, Palmer bergabung dengan jajaran atlet elit dunia yang memahami pentingnya perlindungan hak kekayaan intelektual atas identitas personal mereka.
Logo Selebrasi Ice Cold
Berdasarkan data dari UK Intellectual Property Office (IPO), Cole Palmer melalui tim legalnya telah mengajukan hak eksklusif untuk logo yang menggambarkan pose selebrasi "ice-cold" miliknya yaitu pose ketika ia menyilangkan tangan sambil memegang lengan atas seolah sedang menggigil kedinginan. Selain logo visual, nama "Cold Palmer" juga turut didaftarkan sebagai merek dagang.
(Logo Cole Palmer. Dok Instagram)
Langkah ini memberikan kontrol penuh kepada Palmer atas penggunaan identitas tersebut di berbagai kategori komersial, mulai dari produk pakaian, merchandise, hingga penggunaan dalam kampanye iklan global.
Satu hal yang perlu dipahami oleh para penggemar sepak bola adalah batasan dari trademark ini. Pendaftaran merek dagang ini tidak melarang pemain lain, baik di tingkat profesional maupun amatir, untuk meniru selebrasi tersebut saat merayakan gol di atas lapangan hijau. Selebrasi tersebut tetap menjadi bagian dari kegembiraan permainan sepak bola.
Baca Juga :
Rosenior Geram dengan Rumor Palmer ke MU
Namun, perlindungan hukum ini berlaku sangat ketat untuk tujuan komersial dan bisnis. Artinya, perusahaan atau pihak ketiga mana pun tidak diperbolehkan menjual kaos, sepatu, atau produk apa pun yang menggunakan logo atau nama "Cold Palmer" tanpa izin resmi dan kontrak royalti dari pihak Cole Palmer.
Ini adalah langkah preventif untuk mencegah pihak lain mengambil keuntungan finansial dari popularitas yang telah dibangun oleh sang pemain.
Keberhasilan Cole Palmer mematenkan selebrasi ini menunjukkan bahwa pesepak bola modern kini lebih sadar akan nilai ekonomi dari setiap gerakan ikonik yang mereka ciptakan. "Cold Palmer" bukan lagi sekadar julukan dari penggemar, melainkan sebuah merek dagang resmi yang siap menguasai pasar global.
(Fany Wirda Putri)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News