Roberto De Zerbi. (Foto: AFP/Andy Buchanan)
Roberto De Zerbi. (Foto: AFP/Andy Buchanan)

Spurs Lagi Gak Baik-Baik Saja! De Zerbi Akui Pemainnya Trauma Degradasi, Misi 'Pecah Telur' Jadi Harga Mati

Alfa Mandalika • 13 April 2026 11:10
Ringkasnya gini..
  • Pelatih baru Tottenham Hotspur, Roberto De Zerbi, mengakui bahwa bayang-bayang degradasi mulai memengaruhi kondisi psikologis anak asuhnya. Pernyataan ini menyusul kekalahan tipis 1-0 dari Sunderland di Stadium of Light pada Minggu 12 April 2026 malam WIB.
  • Kekalahan atas Sunderland tersebut memperpanjang rekor buruk Tottenham yang belum pernah memenangkan pertandingan liga dalam 105 hari terakhir. Meski kedatangan De Zerbi dengan kontrak durasi lima tahun diharapkan membawa angin segar, debut sang pelatih justru berakhir mengecewakan.
  • Terakhir kali Tottenham terdegradasi dari kasta tertinggi kompetisi sepak bola Inggris adalah pada tahun 1977. Kini, dengan tren penurunan yang terus berlanjut, De Zerbi tidak menampik bahwa ketakutan akan degradasi menjadi beban berat bagi anak asuhnya.
Sunderland: Pelatih baru Tottenham Hotspur, Roberto De Zerbi, mengakui bahwa bayang-bayang degradasi mulai memengaruhi kondisi psikologis anak asuhnya. Pernyataan ini menyusul kekalahan tipis 1-0 dari Sunderland di Stadium of Light pada Minggu 12 April 2026 malam WIB.
 
Kekalahan atas Sunderland tersebut memperpanjang rekor buruk Tottenham yang belum pernah memenangkan pertandingan liga dalam 105 hari terakhir. Meski kedatangan De Zerbi dengan kontrak durasi lima tahun diharapkan membawa angin segar, debut sang pelatih justru berakhir mengecewakan.
 
Terakhir kali Tottenham terdegradasi dari kasta tertinggi kompetisi sepak bola Inggris adalah pada tahun 1977. Kini, dengan tren penurunan yang terus berlanjut, De Zerbi tidak menampik bahwa ketakutan akan degradasi menjadi beban berat bagi anak asuhnya.

Mengutip Laporan dari ESPN, De Zerbi Mengungkapkan adanya faktor ketakutan akan degradasi dari anak asuhnya adalah alasan di balik masalah Tottenham saat ini.
  "Saya rasa begitu. Jika Anda bertanya kepada saya, saya berusia 46 tahun. Saya memiliki pengalaman jauh lebih banyak daripada para pemain dan saya benar-benar positif karena saya mengenal mereka sebagai pribadi dan pemain, dan karena itulah saya positif, bukan karena kami adalah Tottenham atau karena saya harus melakukan hal-hal positif," ungkapnya.
 
Mantan pelatih Brighton tersebut juga menegaskan bahwa fokus utama tim saat ini bukanlah mengubah taktik, melainkan mengamankan satu kemenangan untuk memulihkan kepercayaan diri anak asuhnya.
 
"Mereka memiliki kualitas untuk memenangkan satu pertandingan dan target sekarang, target terdekat adalah memenangkan satu pertandingan karena jika kita memenangkan satu pertandingan, kita dapat melihat semuanya dengan cara yang berbeda," ujarnya.
 
De Zerbi juga menjelaskan bahwa memulihkan kepercayaan diri dari para pemain adalah hal yang sangat penting. Menurutnya aspek mental adalah pilar utama dalam filosofi kepelatihannya.
 
"Anda mengenal saya sebagai pelatih, tetapi salah satu bagian yang sangat penting dalam gaya kepelatihan saya adalah aspek mental, yaitu menanamkan kepercayaan diri pada para pemain, memberikan apa yang mereka butuhkan dalam hal mentalitas dan kepercayaan diri," tegas De Zerbi.
 
Meski kini kondisi tim Tottenham berada dalam situasi sulit, De Zerbi tetap optimis dan percaya bahwa Tottenham memiliki kualitas yang cukup untuk bertahan di Premier League. 
 
"Kita sedang berada dalam momen yang sulit. Kami memiliki kualitas untuk memenangkan pertandingan, dan ketika kami memenangkan pertandingan, kami mengubah segalanya," tutup De Zerbi.
 
(Muhammad Zaidan Rizky)

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan