Pelatih Manchester City, Enzo Maresca (AFP/Alexandra Beier)
Pelatih Manchester City, Enzo Maresca (AFP/Alexandra Beier)

Manchester City

Maresca tak Mau Hidup di Bawah Bayangan Guardiola

Gregorius Gelino • 25 Juli 2026 22:39
Ringkasnya gini..
  • Meskipun sukses menjadi asisten Guardiola di City, Maresca menegaskan ia datang untuk menerapkan visi dan gaya sepak bolanya sendiri.
  • Maresca percaya setiap manajer memiliki karakter dan pendekatan unik, sehingga taktik permainan harus disesuaikan dengan kebutuhan tim.
  • Walau dibayangi ekspektasi tinggi publik, ia menyambut tugas barunya dengan optimisme tinggi untuk mengukir sejarah atas namanya sendiri.
Manchester: Hubungan erat antara Enzo Maresca dan Pep Guardiola memang sulit dipisahkan. Sukses menjadi asisten Guardiola saat membawa Manchester City meraih treble winner pada musim 2022/2023, banyak pihak berspekulasi bahwa Maresca hanya akan menjadi kloningan dari sang pelatih legendaris tersebut.

Filosofi Sendiri, Bukan Sekadar Meniru

Namun, pelatih asal Italia ini dengan tegas membantah anggapan tersebut. Maresca menegaskan bahwa ia datang untuk membangun identitasnya sendiri di City, bukan sekadar meniru gaya tiki-taka ala Pep Guardiola.
 
"Penting bagi saya untuk memperjelas bahwa saya di sini untuk melakukan pekerjaan dengan cara yang saya inginkan," ujar Maresca di laman resmi klub. "Saya di sini bukan untuk meniru siapa pun. Saya di sini untuk menerapkan sepak bola saya, cara saya melihat sepak bola."

Baca juga: Usai Tambah Kontrak di City, Khusanov Berambisi Tembus Skuad Utama

Tantangan Baru yang Dinanti

Maresca paham betul bahwa ekspektasi publik akan sangat tinggi, terutama dengan label mantan murid Guardiola yang melekat pada dirinya. Namun, ia menyambut tantangan tersebut dengan optimisme tinggi.
 
Meskipun memprediksi akan ada kemiripan dalam filosofi penguasaan bola atau strategi permainan, Maresca percaya bahwa setiap manajer memiliki jiwa dan pendekatannya sendiri yang tidak bisa disamakan.

Ia menekankan bahwa pendekatan dari hari ke hari serta persiapan menjelang pertandingan akan sangat bergantung pada dinamika tim yang ia tangani saat ini.
 
"Setiap manajer itu berbeda. Mungkin ada konsep yang mirip, tetapi setiap manajer punya karakternya sendiri. Saya bisa saja melakukan copy and paste, tetapi saya tidak melihat sepak bola dengan cara yang sama seperti manajer lain. Itulah mengapa saya tidak percaya pada metode copy-paste," tambahnya.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan