Pertandingan yang berlangsung di Anfield tersebut berakhir imbang 2-2. Namun, perhatian Iraola tertuju pada proses pergantian pemain yang menurutnya berlangsung terlalu lama hingga sekitar tiga menit.
Ketika pertandingan memasuki babak kedua dengan skor 1-1, Iraola berencana melakukan tiga pergantian pemain sekaligus. Pelatih asal Spanyol tersebut ingin memasukkan Ryan Gravenberch, Kostas Tsimikas, dan Rio Ngumoha untuk mengubah permainan Liverpool.
Namun, ketiganya harus menunggu di pinggir lapangan. Proses pergantian pemain tidak segera dilakukan karena wasit keempat, Tim Robinson, mengalami masalah dengan papan pergantian pemain.
Pergantian Tertunda hingga Tiga Menit
Situasi tersebut berlangsung ketika bola sudah tiga kali keluar lapangan. Meski terdapat beberapa kesempatan untuk menghentikan permainan dan melakukan pergantian, para pemain Liverpool tetap menunggu di pinggir lapangan.
Frustrasi Iraola semakin besar ketika bola kembali keluar lapangan untuk ketiga kalinya. Namun, Nottingham Forest memilih melakukan lemparan ke dalam dengan cepat sehingga pergantian pemain Liverpool kembali tertunda.
Dari situasi tersebut, Forest kemudian mendapatkan peluang yang berujung pada tendangan penalti. Forest Dapat Penalti setelah Alisson Hentikan Nico Williams. Sayap Nottingham Forest, Nico Williams, berhasil berlari di belakang lini pertahanan Liverpool. Pemain tersebut kemudian mencoba melepaskan tembakan ke arah gawang.
Kiper Liverpool, Alisson, keluar untuk menghentikan pergerakan Williams. Bola kemudian mengarah keluar lapangan, tetapi wasit Samuel Barrott tetap meniup peluit dan menunjuk titik putih. Forest mendapatkan tendangan penalti yang kemudian mengembalikan keunggulan mereka dalam pertandingan.
Dilansir dari BBC Sports, Iraola mempertanyakan keputusan wasit memberikan tendangan penalti kepada Nottingham Forest. Menurutnya, benturan antara Alisson dan Nico Williams tidak terlalu keras dan situasi tersebut sebenarnya sudah berakhir ketika kontak terjadi.
"Terkait tendangan penalti itu, situasinya sebenarnya sudah berakhir ketika benturan terjadi. Dan itu bukan benturan yang keras," ujar Iraola.
Meski mempermasalahkan keputusan penalti, Iraola menegaskan persoalan utama yang membuatnya frustrasi adalah keterlambatan pergantian pemain.
"Kami harus menunggu sekitar tiga menit. Kami ingin melakukan pergantian pemain selama dua atau tiga jeda terakhir sebelum gol itu. Itu memang bukan satu-satunya alasan kebobolan gol, tetapi semuanya berpengaruh," tegasnya.
Iraola Soroti Kinerja Wasit Keempat
Berbicara kepada TNT Sports, pelatih berusia 44 tahun itu kembali menyoroti kinerja wasit keempat dalam pertandingan tersebut.
"Seorang wasit keempat profesional tidak bisa mengambil waktu tiga menit. Kami sudah memberinya kesempatan untuk melakukan pergantian pemain dua atau tiga menit sebelumnya," ujar Iraola.
"Saya sudah marah karena pada penghentian pertandingan sebelumnya kami tidak bisa melakukan pergantian pemain, dan kemudian sebelum lemparan ke dalam saya pikir kami bisa melakukannya," lanjutnya.
Iraola mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan proses pergantian pemain membutuhkan waktu begitu lama. Ia pun meminta penjelasan mengenai situasi tersebut.
"Saya tidak tahu, mereka harus menjelaskannya. Tapi ini sudah memakan waktu sangat lama," tegasnya.
Hasil imbang 2-2 membuat Liverpool gagal mengamankan kemenangan di kandang sendiri. Sementara itu, protes Iraola terhadap proses pergantian pemain menjadi salah satu sorotan setelah pertandingan di Anfield tersebut.
(Muhammad Zaidan Rizky)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda