Louis van Gaal sebut skandal keuangan Manchester City membuat dirinya dipecat MU. (Foto: IG resmi Louis van Gaal)
Louis van Gaal sebut skandal keuangan Manchester City membuat dirinya dipecat MU. (Foto: IG resmi Louis van Gaal)

Premier League 2026/2027

Van Gaal Sebut Skandal Finansial Man City Jadi Penyebab Dirinya Dipecat MU

Kautsar Halim • 16 Oktober 2026 17:01
Ringkasnya gini..
  • Louis van Gaal meyakini kegagalan Manchester United lolos ke Liga Champions pada 2016 mungkin menjadi faktor penentu pemecatannya, meski berhasil menjuarai Piala FA.
  • MU dan Manchester City sama-sama mengoleksi 66 poin pada Premier League 2015/2016, tetapi City finis di posisi keempat berkat selisih gol lebih baik.
  • Komisi independen Premier League menyatakan City bersalah atas sejumlah pelanggaran finansial, tetapi klub mengajukan banding. Van Gaal menilai perkara tersebut memberi perspektif baru terhadap persaingan saat itu.
Manchester: Mantan manajer Manchester United, Louis van Gaal, meyakini dugaan pelanggaran finansial Manchester City turut memengaruhi nasibnya di Old Trafford pada 2016. Ia menilai kegagalan Setan Merah lolos ke Liga Champions pada musim 2015/2016 menjadi faktor penentu pemecatannya, meski berhasil mempersembahkan trofi Piala FA.

Van Gaal mengungkapkan pandangannya melalui korespondensi dengan The Athletic setelah komisi independen Premier League menyatakan Manchester City bersalah atas sejumlah pelanggaran aturan finansial. Pelatih asal Belanda itu mengaku masih merasakan dampak dari kepergiannya, yang mengakhiri kiprahnya sebagai manajer klub.
 

Van Gaal Singgung Dampak Kegagalan MU ke Liga Champions


Van Gaal menangani Manchester United pada 2014 hingga 2016, menggantikan David Moyes yang gagal memenuhi ekspektasi setelah era Sir Alex Ferguson berakhir.

Pada musim pertamanya, Van Gaal membawa MU finis di posisi keempat Premier League dan kembali ke Liga Champions. Namun, Setan Merah gagal mengulang pencapaian tersebut pada musim berikutnya.

MU mengakhiri Premier League 2015/2016 di peringkat kelima dengan koleksi 66 poin. Mereka kalah selisih gol dari Manchester City yang juga mengumpulkan 66 poin, tetapi berhak menempati posisi keempat sekaligus mengamankan tiket terakhir ke Liga Champions.

Van Gaal menilai kegagalan tersebut menjadi faktor penting yang membuat manajemen MU memutuskan mengakhiri masa jabatannya.

“Bagi saya saat itu, kegagalan lolos ke Liga Champions pada 2016 mungkin menjadi faktor penentu pemecatan saya dari Manchester United, beserta segala konsekuensi dan penderitaan yang ditimbulkannya,” kata Van Gaal kepada The Athletic.
 

Van Gaal Dipecat Meski MU Juara Piala FA


Keputusan MU memecat Van Gaal pada Mei 2016 menjadi sorotan karena datang hanya dua hari setelah sang pelatih membawa klub menjuarai Piala FA.

MU mengalahkan Crystal Palace 2-1 melalui perpanjangan waktu di Stadion Wembley. Jesse Lingard menjadi penentu kemenangan lewat golnya pada menit ke-110.

Trofi tersebut menjadi gelar pertama MU sejak Ferguson meninggalkan klub pada 2013. Namun, keberhasilan itu tidak cukup untuk menyelamatkan posisi Van Gaal.

Dalam pengumuman pemecatannya pada 23 Mei 2016, MU menyoroti pencapaian klub yang hanya finis di posisi kelima Premier League dan gagal kembali ke Liga Champions. Performa menyerang tim juga menjadi bahan kritik setelah hanya mencetak 49 gol dalam kompetisi liga sepanjang musim tersebut.

Van Gaal kemudian digantikan Jose Mourinho. Keputusan itu mengakhiri masa baktinya selama dua musim di Old Trafford, meski ia sempat memberikan kesempatan kepada sejumlah pemain muda, termasuk Marcus Rashford dan Jesse Lingard.
 

Komisi Independen Nyatakan Man City Bersalah


Kontroversi finansial Manchester City berawal dari penyelidikan Premier League terhadap dugaan pelanggaran aturan keuangan klub selama periode 2009 hingga 2018.

Pada Februari 2023, Premier League mengumumkan bahwa City menghadapi lebih dari 100 dugaan pelanggaran. Perkara tersebut mencakup dugaan penyampaian informasi keuangan yang tidak akurat, pelanggaran aturan finansial, serta kegagalan bekerja sama dengan penyelidikan liga.

Perkembangan terbaru yang dilaporkan pada September 2026 menyebut komisi independen menyatakan City bersalah atas seluruh dakwaan terkait pelanggaran serius aturan finansial dan sebagian besar dakwaan terkait kegagalan bekerja sama dengan penyelidikan.

Komisi tersebut menyimpulkan bahwa sejumlah perjanjian sponsor yang digunakan City tidak mencerminkan kesepakatan sebenarnya. Pengaturan tersebut dinilai telah meningkatkan pendapatan klub secara artifisial dan mengurangi biaya yang dilaporkan.

Premier League juga menyatakan bahwa apabila seluruh kesepakatan itu dilaporkan secara akurat, City akan melanggar batas pengeluaran yang ditetapkan liga dan UEFA dalam jumlah besar.

Namun, City membantah melakukan pelanggaran dan mengajukan banding atas putusan tersebut. Karena itu, perkembangan perkara dan kemungkinan sanksi lanjutan masih bergantung pada proses hukum yang berjalan.
 

Van Gaal Akui Sejarah Tidak Bisa Diubah


Bagi Van Gaal, putusan terbaru tersebut tidak akan mengubah kenyataan bahwa ia kehilangan pekerjaan di Manchester United pada 2016.

Ia mengakui sejarah tidak dapat diputar kembali, sekalipun perkembangan perkara finansial City kemudian memberi perspektif baru terhadap persaingan kedua klub pada musim tersebut.

Van Gaal juga tidak menyatakan bahwa dugaan pelanggaran finansial City merupakan satu-satunya alasan dirinya dipecat. Pernyataannya lebih menekankan bahwa kegagalan MU lolos ke Liga Champions, yang menurutnya mungkin menjadi faktor penentu, telah membawa konsekuensi besar bagi kariernya.

Kisah tersebut kembali mengangkat pertanyaan mengenai dampak pelanggaran finansial terhadap persaingan olahraga. Namun, menghubungkan perkara City secara langsung dengan keputusan pemecatan Van Gaal tetap merupakan penilaian sang pelatih, bukan kesimpulan resmi dari proses hukum Premier League.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan